KPU NTB Gelar Sosialisasi ke Pemilih Pemula Lingkungan Ponpes di Lotim

Sosialisasi KPU di Lotim

Selong ( Global FM Lombok)- KPU Provinsi NTB gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah basis pemilih dengan kriteria tertentu. Pada Rabu (12/12), jajaran KPU NTB menggelar sosialisasi ke Ponpes Bumi Nusantara yang terletak di Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Disini, pemilih yang disasar KPU adalah pemilih pemula.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut adalah komisioner KPU NTB H Ilyas Sarbini, Hesti Rahayu, Anggota KPU Lotim Musa Al Hadi, Pimpinan Ponpes Bumi Nusantara TGH Mukhsin, petugas PPK dan PPS serta santri santriwati beserta staf pengajar di Ponpes tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini bertemakan Forum Pendidikan Pemilih Warga Berbasis Keluarga. TGH Mukhsin mengatakan, kegiatan ini sangat bagus, mengingat banyak pemilih pemula di Ponpes ini yang butuh informasi terkait dengan pelaksanaan pemilu 2019. ” Jangankan pemilih pemula, kita yang sering ikut pemilu saja butuh sosialisasi,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU NTB Hesti Rahayu dalam sosialisasi mengatakan, peserta sosialisasi ini beragam dari pemilih “veteran”, kalangan ibu rumah tangga hingga pemilih pemula. Ia mengatakan, Pemilu 2019 ini masyarakat akan memilih eksekutif dan legislatif sekaligus yaitu presiden dan anggota DPD, DPR, dan DPRD. Namun untuk memilih, masyarakat harus harus memiliki pengetahuan yang cukup.

Hesti Rahayu mengatakan, jumlah
pemilih pemula cukup besar yaitu sekitar 20- 25 persen, sehingga mereka harus diberikan sosialisasi agar memilih dengan cerdas dan mandiri.

Saat ini pemilu 2019 masih dalam tahapan kampanye sampai dengan tanggal 13 April 2019. Masa sosialisasi adalah waktu yang tepat untuk mengenali calon peserta pemilu. ” Kenali dulu program dan track recordnya,” katanya.

Ia mengatakan, demokrasi yang menyenangkan dan bermartabat sangat bisa dijalankan. Karena itulah, setiap pemilih harus mampu memilih secara rasional berdasarkan program dan visi misi calon. Selain itu, cara memilih di bilik suara juga harus benar sehingga suaranya tidak sia-sia.

“Jangan sampai hak pilih kita sia-sia karena suara tidak sah. Menurut analisis KPU, di pemilu tahun 2014, sekitar 20 persen suara sia-sia karena masuk kategori tidak sah. Sehingga pemilih harus cerdas dalam mencoblos sehingga suara menjadi sah,” katanya.

Sementara itu, komisioner KPU NTB lainnya H Ilyas Sarbini mengatakan, jika calon pemilih belum terdaftar di DPT, belum berarti hak mereka hilang. Dia bisa menggunakan KTP elektronik di hari H pemilihan, namun dibatasi hanya di alamat KTPnya.

“Namun kalau dia pindah ke provinsi lain, dia hanya dapat satu surat suara yaitu surat suara calon presiden. Jika pemilih pindah ke provinsi lain, dia dapat tiga surat suara yaitu surat suara calon presiden, calon DPR dan DPD. Jika dia pindah kecamatan dapat tiga surat suara juga, nah kalau pindah antar desa satu kecamatan bisa dapat lima surat suara,” terangnya. (ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply