“Move On” Pascagempa, Konser Jazz di Mataram Siap Digelar

Mataram Jazz & World Music Festival 2018 siap digelar

Mataram (Global FM Lombok) Konser jazz akan hadir di tengah Kota Mataram pada Sabtu-Minggu, 8-9 Desember 2018. Lewat event Mataram Jazz & World Music Festival 2018, kolaborasi musisi jazz nasional dan lokal akan menghibur masyarakat Kota Mataram, dan para pecinta musik jazz pada khususnya.

Kegiatan yang bertajuk “Sound of Humanity” ini akan digelar di Lapangan Sangkareang atau Lapangan Umum Mataram. Pemilihan lokasi ini agar memudahkan seluruh masyarakat hadir menyaksikan event yang dihajatkan sebagai bagian kampanye “MoveOn” setelah Lombok dilanda bencana gempa.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, gempa yang terjadi sejak 29 Juli hingga  Augustus lalu berdampak juga bagi Kota Mataram. Selain mengakibatkan kerusakan rumah, kantor, dan fasilitas lainnya, masyarakat juga mengalami trauma panjang. Sebulan setelah gempa warga Kota Mataram masih tidur di tenda pengungsian.  “Teman-teman sudah tahu dan merasakan sendiri bagaimana kondisi saat itu,” kata Mohan.

Pemerintah Kota Mataram pun meluncurkan tagline “Mataram MoveOn”. Tujuannya, agar masyarakat yang masih trauma bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Kantor kembali normal, sekolah kembali aktif, dan perekonomian kembali pulih. Mohan sendiri langsung terjun ke lapangan untuk mengkampanyekan “Mataram MoveOn” itu.

Mataram Jazz& World Music Festival 2018 ini, kata Mohan, kelanjutan dari berbagai program untuk pemulihan pasca gempa itu. Festival ini juga menjadi ajang reuni bagi para relawan, pegiat kemanusiaan, dan semua pihak yang terlibat sejak awal gempa hingga pemulihan pasca gempa.

“Relawan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, lembaga kemanusiaan, dan semua yang terlibat sejak awal gempa rasanya perlu kita kumpul bersama dalam suasana santai. Nah event inilah yang menjadi ajang kita kumpul bersama,” katanya.

Melalui kesempatan ini Mohan mengundang seluruh relawan, lembaga kemanusiaan, aparat pemerintah yang sejak awal membantu korban gempa agar bisa hadir. Mohan juga mengundang para pecinta jazz dan seluruh warga Kota Mataram dan sekitarnya untuk datang menonton. Selain bisa menyaksikan penampilan para musisi jazz, penonton juga bisa melihat stand-stand bazar di sekitar lokasi.

Ketua Panitia Mataram Jazz& World Music Festival 2018 Imam Sofian menambahkan, kegiatan ini dirancang oleh para seniman yang sekaligus relawan. Pada saat gempa terjadi, para seniman ini terlibat menjadi relawan. Mereka menyalurkan bantuan logistik, membangun rumah hunian sementara, memberikan trauma healing, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Hingga hari ini pun kegiatan mereka membantu para korban masih tetap dijalankan. “Refleksi pengalaman menjadi relawan itu memotivasi kami untuk menggelar event ini,” kata Imam.

Dalam event ini, panitia yang tergabung dalam  Bandini Production menghadirkan musisi dari dalam dan luar Kota Mataram. Musisi yang hadir adalah Tohpati Ethnomission (jakarta), Jason Ranti (Jakarta), Dua Drum (Jakarta)Astrid Sulaiman Quartet (Ubud), Jazz Muda Indonesia feat Agis Kania (Jakarta) Ary Juliant (Mataram), Sura Dipa (Mataram), Cerita Fatmawati (Jakarta), Jazz Double Quartet / Jadeq (Mataram), Sambava (Sumbawa), Neo Decker (Mataram), Pesawat Kertas (Mataram) One & Flower (Mataram), Don’t Tell Mom (Mataram), Pelita Harapan Jazz Project feat JKR  (Mataram)

“Komitmen awal kami setiap menghelat acara selalu memberi panggung bagi musisi NTB,” kata Imam.

Sementara itu, GM Hotel Santika Mataram Reza Bovier mengatakan, pihaknya sangat mendukung event ini karena memiliki dampak yang positif bagi masyarakat dan pariwisata Kota Mataram pascagempa. Telenta musisi lokal untuk jenis musik jazz juga sudah mulai berkembang sehingga mereka harus diberikan panggung.

“Kita move on setelah gempa ini, saatnya menatap kedepan, berkreasi dan berkarya,” kata Reza(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply