Dugaan Pemerasan Dana Bencana, Kejari Mataram OTT Oknum Anggota Dewan

HM saat diperiksa pascaOTT

Mataram (Suara NTB)- Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari Mataram) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum anggota DPRD Kota Mataram inisial HM,  Jumat (14/9) pagi. Oknum ditangkap di sebuah warung di Cakranegara Kota Mataram, saat meminta uang puluhan juta dari Kepala Dinas Pendidikan  (Disdik) Kota Mataram, Sud dan seorang kontraktor inisial CTH. Pemerasan itu diduga terkait dana bencana rehabilitasi gedung sekolah.

HM diketahui anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi Golkar,  dibekuk bersama Sud, Kadis Disdik Kota Mataram dan CTH seorang kontraktor di warung Encim Jalan Rajawali 1 No 18 Cakranegara. OTT oleh Tim Kejari Mataram terkait kasus dugaan pungli  alokasi dana bantuan gempa Lombok untuk Sokolah SD, SMP se Kota Mataram Tahun Anggaran  2019.

Kajari Mataram I Ketut Sumadana menjelaskan, sebelum penangkapan, diawali pengintaian sepekan terakhir. Tim Intelijen dipimpin Kasi Intel Agus Taufikkurrahman mengintai sejak proses pengesahan dana pasca bencana  untuk rehab gedung SD SMP.

“Jadi oknum ini minta jatah, karena dia merasa berjasa atas pengesahan anggaran itu,” kata Kajari Jumat siang.

Sementara barang bukti yang berhasil disita dalam OTT tersebut, uang tunai Rp. 30.000.000 dalam amplop coklat disaku kiri CTH, uang Rp. 1.350.000 dalam amplop putih di saku kanan CTH, Handphone Vivo, handphone Samsung S7, dompet, Honda HRV, sepeda motor Honda PCX warna putih tanpa plat nomor.

HM diperiksa di aula Kejari Mataram. Sementara  Sud dan CT  di ruang penyimpanan barang bukti yang dijadikan pemeriksaan sementara akibat ruangan Pidsus retak akibat gempa.

Menurut Kajari, dana bencana ini sebenarnya belum cair. Namun oknum sudah kasak kusuk meloby Kadis Disdik dan rekanan yang akan mendapatkan proyek tersebut berupa fee atas disahkannya anggaran Rp 4,2 miliar. Namun uang belum dicairkan, proyek juga belum terrealisasi, oknum minta jatah.

Rencana OTT sedianya akan dilakukan Kamis malam, saat penyerahan uang Rp 1 juta. Namun OTT urung dilakukan karena oknum minta uang Rp 30 juta dan dipenuhi keesokan harinya.  “Setelah A1, kita OTT tadi pagi di TKP warung di Cakranegara,” jelas Kajari.

Sebagai informasi gempa bumi 7,0 SR telah memporak porandakan perumahan, infrastruktur dan dunia pendidikan, termasuk di Kota Mataram. Agar bantuan gempa berhasil cair, HM  selaku anggota DPRD Kota Mataram meminta sejumlah uang kepada Sud agar bantuan gempa pembahasannya mulus di legislatif. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 12 e Undang Undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang Undang 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bagaimana dengan Kadis Disdik dan oknum kontraktor? Sementara keduanya diperiksa sebagai saksi, karena posisinya diperas. Namun bisa jadi menurutnya kasus ini akan berkembang ke tersangka lain.

Sita Dokumen

Sementara pemeriksaan berlangsung, tim gabungan jaksa dari Pidsus, Pidum dan Intel bergerak ke gedung DPRD Kota Mataram sekitar Pukul 15.00 Wita. Dikawal dua polisi bersenjata, tim langsung melakukan penggeledahan di ruang Komisi IV, tempat hari hari HM bekerja bersama  anggota dewan lainnya.

Petugas  menggeledah dokumen dokumen yang dianggap penting di atas meja dan laci. Pemeriksaan di gedung lantai dua itu didapingi Sekwan DPRD Kota Mataram, H.Lalu Aria Dharma. Tumpukan dokumen dimasukkan dalam sebuah box bening. Tim juga menyita perangkat server yang terhubung dengan CCTV.  Pukul 16.30 Wita, penggeledahan tuntas dilakukan petugas. (ars)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply