Tiga Ribuan Warga Kota Mataram Masih Mengungsi

Ribuan warga kota Mataram mendatangi lapangan Lanud Rimbiga pasca-gempabumi

Mataram (Global FM Lombok) – Sebanyak 34.636 warga Kota Mataram  masih mengungsi ke tempat yang lebih aman mengingat gempa susulan masih terjadi hingga Rabu (8/8) pagi.  Walikota Mataram,  H. Ahyar Abduh mengatakan,  warga masih mengungsi karena merasa khawatir terhadap gempa susulan. Terlebih,  belum ada kepastian kapan gempa ini akan berakhir.

Titik kumpul dari para pengungsi juga sudah dideteksi yang jumlahnya sebanyak 95 titik. Sejak hari pertama pasca terjadinya gempa,  pemerintah sudah membentuk posko penanganan bencana di Kantor  Walikota. Salah satu fungsinya adalah memantau perkembangan kota pasca gempa sehingga bantuan dan penanganan bisa terkoordinir dengan baik.

Sejauh ini, semua warga yang terdampak bencana gempa sudah tertangani, termasuk yang mengalami luka-luka.  Kemudian, logistik  para pengungsi sudah terlayani dengan baik karena pemerintah telah mendistribusikan sembako,  obat-obatan dan juga selimut.

“34 ribu pengungsi.  Pengungsi ini masih khawatir dan tidak berani kembali ke rumah karena kita masih belum bisa memastikan kapan gempa berakhir. Ternyata hari ini juga masih terjadi  dengan kekuatan 4.9 SR.  Tentu warga kita masih di pengungsian itu 34 ribu sekian”,katanya.

Disamping itu,  bantuan untuk para korban di Mataram sampai saat ini terus mengalir, kecuali untuk perbaikan rumah karena memerlukan waktu yang tidak sebentar.  Dia mengharapkan kepada masyarakat kota Mataram untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta tak mudah terprovokasi terhadap isu yang tidak jelas kebenarannya. Dia  meminta agar warga memastikan rumahnya dalam keadaan terkunci rapat ketika akan meninggalkan rumah karena adanya kabar kasus pencurian beberapa hari ini. (dha) –

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply