Ratusan Desa di NTB Dilanda Kekeringan, Penggalian Sumur Bor Masih Sangat Sedikit

kekeringan ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Hingga saat ini seratusan desa di NTB sudah dilanda kekeringan sejak beberapa bulan terakhir seiring dengan masuknya musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB adalah menggali sumur bor di titik-titik yang mengalami kekeringan parah. Namun tahun ini baru dilakukan penggalian 5 sumur bor dari ratusan desa yang terdampak.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum kepada wartawan di Mataram, Kamis (19/7) siang. Ia mengatakan, pada saat dilakukan rapat koordinasi kebencanaan tahun 2017 lalu direncanakan akan digali sumur bor sebanyak 500 titik di NTB sampai dengan tahun 2023. Untuk mencapai target tersebut, penggalian sumur bor harus dilakukan secara keroyokan antar instansi dan pihak lainnya.

“Terus terang saja belum ada intervensi anggaran untuk masalah kekeringan secara struktural. Terus terang kita buat sumur bor baru beberapa titik saja. Tahun lalu 10 titik, tahun ini baru 5 titik, sementara kejadian (kekeringan) sebanyak 381 desa (yang terdampak tahun 2017). Tapi saya optimis, pada rakor tahun lalu, salah satu pengentasan kemsikinan itu adalah akan dilakukan pembuatan sumur bor di 500 titik,” kata M Rum Kamis (19/7).

Ia mengatakan, tugas mengatasi bencana bukan hanya dibebankan kepada pemerintah, namun kalangan swasta juga memiliki tanggung jawab, misalnya melalui dana sosial perusahaan atau CSR. Namun sayangnya CSR dari perusahaan swasta di NTB belum pernah didengar melakukan intervensi terhadap pembuatan sumur bor dalam rangka mengatasi kekeringan.

Rata-rata satu titik sumur bor dengan kedalaman 800 meter menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 juta. Jika sumur bor bisa dikeroyok oleh masing-masing instansi dan keterlibatan pihak swasta, ratusan desa yang langganan kekeringan akan bisa teratasi. Hingga pertengahan tahun 2018 ini jumlah desa yang dilanda kekeringan sebanyak 159 desa di sembilan kabupaten kota di NTB.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply