Bahan Berbahaya Pada Makanan Masih Banyak Digunakan Masyarakat

Pedagang Takjil (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Bahan berbahaya pada makanan masih banyak digunakan oleh masyarakat maupun produsen makanan. Hal ini terlihat dari pengawasan yang rutin dilakukan oleh petugas dan kerap ditemukan sejumlah makanan menggandung bahan berbahaya terutama pada kerupuk.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, I Gusti Ayu Nengah Suarningsih kepada Global FM Lombok Selasa (22/5) kemarin mengatakan, pada sidak takjil yang dilakukan di tiga lokasi di Kabupaten Lombok Barat, petugas mengambil 66 sampel makanan. Dari puluhan sampel makanan tersebut, ditemukan lima makanan mengandung bahan berbahaya. Beberapa produk makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut seperti bumbu pelecing, kerupuk dan mie basah.

Tiga makanan tersebut diakui sudah sering ditemukan mengandung bahan berbahaya. Adapun bahan berbahaya yang biasa digunakan yaitu rhodamin B atau pewarna buatan dan boraks. Rodamin B kerap digunakan oleh masyarakat agar makanannya bisa terlihat lebih menarik. Sehingga para produsen dinilai sulit diberikan kesadaran untuk berhenti menggunakan bahan berbahaya tersebut.

BBPOM dan instansi terkait lainnya akan melakukan pengawasan sampai ke tingkat distributor. Sementara penggunaan rhodamin B di terasi, BBPOM mengaku belum bisa melakukan tindakan tegas. Karena terasi biasanya dikirim dari luar daerah. Meski penggunaan bahan berbaya terjadi tren penurunan namun pembinaan harus tetap dilakukan.(azm)-

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply