Oknum Pejabat Pemkot Mataram Minta Maaf Karena Intimidasi Wartawan

Jurnalis bersama Mohan Roliskana usai mediasi

Mataram (Global FM Lombok)- Oknum pejabat Pemkot Mataram berinisial N, akhirnya meminta maaf karena telah bersikat arogan dan mengintimidasi wartawan. Permintaan maaf itu disampaikan N saat pertemuan dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) yang dimediasi oleh Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Kamis (5/4) di ruang kerjanya. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Plt Walikota yang sudah memediasi pertemuan dengan wartawan dan juga anggota AJI.

“Terimakasih kepada pak walikota dan kebijakan untuk atasi masalah ini.  Saya sampaikan permintaan maaf kepada semua.  Terimakasih atas mediasi ini”,katanya.

Ketua AJI Mataram, Fitri Rahmawati saat itu mengatakan, intimidasi oleh pejabat Pemkot Mataram tidak dibenarkan. AJI menentang dan menyayangkan perilaku pejabat itu. Karenanya,  AJI mengharapkan hal itu sebagai bahan evaluasi bagi pejabat yang berkelakuan sama. Di sisi lain, AJI tidak akan menempuh jalur hukum meski banyak pihak yang mendesak untuk melakukan itu.

“Dan harapkan  jadi evaluasi terutama bagi pejabat yang arogan dinilai arogan oleh media.  Yang ditanyain Cem kemarin adalah soal serapan anggaran triwulan pertama yang masih 5 persen”,katanya.

Sementara itu, Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengapresiasi langkah AJI yang tidak menempuh jalur hukum. Ia memastikan akan memberikan pembinaan kepada pejabat yang bersangkutan.  Menurut Mohan, terdapat banyak karakter pejabat di Kota Mataram. Dan terkadang ada juga yang tidak memahami dengan baik bagaimana membangun komunikasi dengan media massa.

“Artinya  persoalan ini bisa diatasi dengan damai. Sudah cermati kasus ini,. Lumayan viral di medsos,  juga ada pemberitaan.  Sudah  panggil pejabat itu yg bersangkutan dan diberikan teguran”,katanya.

Peristiwa intimidasi wartawan ini terjadi pada Rabu (4/4) kemarin sekitar Pukul 10.25 Wita. Wartawan Suara NTB, Muhammad Kasim, menemui pelaku Kabag Infrastruktur dan Kerjasama Setda Kota Mataram karena ingin mengkonfirmasi soal rendahnya serapan realisasi fisik dan keuangan Pemkot Mataram triwulan pertama. Awalnya situasi biasa saja, Muhammad Kasim mengkonfrontir data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), namun reaksi pelaku mulai tidak ramah dan mengatai wartawan dengan sebutan wartawan banci dan bodoh.(dha)

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply