Firli Terpilih jadi Deputi Penindakan KPK ?

Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli

Mataram (Global FM Lombok)- Kapolda NTB Brigjen Pol Firli enggan mengomentari informasi yang beredar bahwa pimpinan KPK telah memilihnya menjadi Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejauh ini Firli belum menerima informasi terkait dengan hal itu dari lembaga KPK.

Firli yang dihubungi Global FM Lombok Rabu (4/4) siang mengatakan, dirinya akan tetap mengikuti mekanisme standar operasional prosedure ( SOP) yang dimiliki KPK. Ia masih menunggu pemberitahuan secara resmi dari KPK setelah dilakukan tes wawancara oleh pimpinan KPK pada tanggal 26 Maret lalu.

“Belum ada informasi tentang hal itu dari KPK. Saya kira kita ikuti saja mekanisme SOP KPK. Akan lebih bijak kalau kita menunggu pemberitahuan resmi dari pihak KPK. Pada saatnya nanti pihak KPK pasti melakukan release.  Saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan tanggapan, karena saya hanya peserta. Lebih baik konfirmasi KPK saja,” kata Firli melalui SMSnya, Rabu (4/4) siang.

Pada wawancara sebelumnya, Firli mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK terkait dengan siapa yang akan dipilih nantinya. Yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan diri dalam jabatan apapun yang diemban.

“ Yang paling penting menurut saya bagaimana kita mempersiapkan diri kita. Jadi kalau Deputi Penindakan KPK sedang dicari sekarang kita serahkan kepada KPK, biar KPK yang menetukan, karena KPK yang tahu apa yang dibutuhkan. Kenapa? Karena kalau kita bicara manajemen sumber daya manusia, tentu kita akan bicara apa tugas pokok itu.setelah itu apa fungsinya, apa tujuannya”

Soal rekam jejak menuntaskan karus korupsi, Firli mengaku sudah banyak kasus yang berhasil diselesaikan, terutama saat berdinas di Bareskrim dan di Direktorat Khusus Polda Jawa Tengah. Salah satunya saat menjabat sebagai penyidik di Bareskrim, ia telah menyelesaikan 16 tersangka kasus hukum mafia pajak Gayus Tambunan Cs.

Selain Firli, dua kandidat Deputi Penindakan KPK lainnya dari Korps Adhyaksa yaitu, Wisnu Baroto dan Witono. Jabatan Deputi Penindakan KPK memang sedang kosong setelah ditinggal oleh Heru Winarko. Heru dimutasi menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Budi Waseso yang sudah memasuki masa pensiun.(ris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply