Butuh Inovasi Pariwisata di Tengah Bencana

Erupsi Gunung Agung

Mataram (Global FM Lombok)- Bencana alam seperti erupsi gunung memang tak mampu dicegah. Saat dia datang sering memberi dampak buruk, terlebih bagi dunia usaha pariwisata. Setidaknya pelaku hotel dan restoran, travel agent serta entitas usaha bidang pariwisata lainnya mengalami kerugian dari bencana ini. Namun tak perlu terlalu berkecil hati, para pelaku hanya butuh kreasi dan inovasi untuk membawa pariwisata kembali berjalan normal saat bencana terjadi.

Pemerharti Pariwisata NTB I Putu Gede, M.Par kepada Global FM Lombok  mengatakan,  saat bandara Lombok lumpuh akibat terdampak oleh debu vulkanik Gunung Agung, praktis tamu yang akan datang ke Lombok banyak yang membatalkan kunjungannya. Begitu juga dengan wisatawan yang berencana menghabiskan akhir pekan di bulan Desember ini berpikir ulang untuk datang ke Lombok.

Namun yang perlu dilakukan oleh para pelaku wisata yaitu merupaya melakukan promosi dan meyakinkan tamu yang akan datang ke NTB agar tak khawatir soal transportasi. Karena mengunjungi NTB tidak hanya melalui penerbangan atau transportasi udara, namun transportasi darat dan laut bisa menjadi alternatif perjalanan wisata yang menyenangkan. Sepanjang perjalanan dari Jawa atau dari Bali menuju Lombok bisa menggunakan kapal laut dan bisa menjadi bagian dari aktifitas berwisata itu sendiri.

“ Lebih kepada inovasi sebenarnya. Saat ini pelaku pariwisata cenderung mengandalkan kondisi alam. Seolah yang lainnya tidak bisa diandalkan. Saat kondisi seperti ini, tergangtung meyakinkan tamu sebenarnya. Karena lewat laut kan aman. Tidak ada kecelakaan laut selama beberapa tahun terakhir, didukung oleh teknologi yang lebih cepat meramalkan kondisi gelombang,” kata Putu Gede.

Ia mengatakan, dalam kondisi darurat seperti ini, PT Angkasa Pura dan perusahaan penerbangan memang tak banyak yang bisa dilakukan selain menunggu kondisi alam segera membaik. Karena itu agar pelaku pariwisata di NTB tak terlalu bergantung pada transportasi udara, maka wisatawan domestik maupun mancanegara bisa melakukan perjalanan dengan transportasi laut dengan aman dan nyaman menuju NTB.

“ Dengan dukungan armada yang besar dan banyak yang bagus-bagus. Masyarakat aman melakukan perjalanan. Terlebih tidak ada musim yang ekstrem sekarang yang membuat laut bergelombang cukup tinggi,” katanya.

Putu Gede mengatakan, bencana gunung meletus memang selalu identik dengan kerugian bagi masyarakat dan dunia pariwisata. Namun didalam bencana masih ada celah untuk menjual pariwisata itu sendiri. Misalnya banyak wisatawan yang justru tertarik dengan fotografi saat gunung Agung erupsi. Namun ini hanya terjadi di pulau Bali. Karena untuk memotret Gunung Agung dari Lombok cukup sulit dilakukan.(ris)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply