Imbas Pemotongan DAU dan DAK, Biaya Perjalanan Dinas Kota Mataram Dipangkas 25 Persen

Walikota Mataram H Ahyar Abduh

Mataram (Global FM Lombok)- Kota Mataram terkena dampak pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Dimana masing-masing Rp 54 milyar untuk DAU dan Rp 16 milyar untuk DAK. Menyikapi hal ini, Pemkot Mataram terpaksa membatalkan sejumlah program yang sebelumnya telah dirancang. Tidak hanya itu, biaya perjalanan dinas pejabat kota Mataram pada tahun depan juga dipangkas hingga 25 persen.

Hal itu dikatakan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh di Mataram, Senin (13/11) siang di kantor DPRD Kota Mataram. Ia juga mengatakan bahwa perjalanan dinas pejabat juga harus dilihat kepektifannya. Kalau itu tidak terlalu penting, ia meminta agar yang bersangkutan tidak berangkat untuk melakukan perjalanan dinas. Aturan itu, menurutnya juga berlaku bagi dirinya selaku walikota Mataram.

“Ini uang Rp 54 milyar dan Rp 16 milyar sehingga ada beberapa rencana-rencana kita ini yang terpaksa kita sesuaikan. Kami juga mengambil kebijakan sekarang pejabat ini kami kurangi Rp 25 persen untuk pembiayaan perjalanan dinasnya. Sehigga kami tekankan, kalau itu kegiatan yang harus dilihat urgensinya yang betul-betul memang harus, baru berangkat. Kalau tidak ya tidak usah berangkat”, katanya.

Ia mengatakan, bagi Pemkot, jumlah anggaran yang bersumber dari DAU dan DAK tersebut sangat besar. Hanya saja, Pemkot tidak bisa berbuat banyak karena ini terkait dengan kondisi fiskal pemerintah pusat. Hanya saja, penurunan DAU dan DAK  sudah terjadi selama dua tahun sejak tahun lalu. Pihaknya terpaksa menunda sejumlah program karena hal ini. Namun, beberapa program lainnya seperti  program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dikatakannya tidak diganggu gugat. (dha)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply