Miliki Pahlawan Nasional, Kontribusi NTB Tak Kalah Dengan Provinsi Lain

Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid

Mataram (Global FM Lombok)- Provinsi NTB kini sudah memiliki pahlawan nasional yaitu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pendiri Nahdatul Wathan (NW) ini secara resmi dianugerahi sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi, Kamis kemarin. Seorang tokoh dari NTB yang diakui sebagai pahlawan nasional memiliki arti yang sangat penting bagi semangat generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi kepada Global FM Lombok usai melaksanakan apel bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/11). Gubernur mengatakan, dengan ditetapkannya seorang tokoh dari NTB sebagai pahlawan nasional semakin menegaskan bahwa warga NTB memiliki kontribusi yang sama dengan daerah lain dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Bersyukur atas penetapan ini karena memang kita di NTB belum punya Pahlawan Nasional. Ini penting buat anaka muda kita, karena kalau tidak punya pahlawan, mereka nanti mungkin sekian tahun kedepan akan bertanya-tanya, kita di NTB memang tidak ada kontribusi? Mana pahlawan kita?. Jadi keberadaan phalawan ini menjadi satu symbol bahwa kita di NTB pada masa awal kemerdekaan, termasuk pada saat mengisi kemerdekaan, kontribusi kita tidak kalah dengan anak-anak bangsa di provinsi lain,” kata Gubernur.

Gubernur mengatakan, penetapan tokoh asal NTB menjadi pahlawan nasional bisa menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Dimana, Maulana Syaikh dulu berjuang dengan penuh keterbatasan dan diwarnai dengan intimidasi dari penjajah tahun 1937 silam saat mulai membangun lembaga pendidikan.

Gubernur pada Kamis kemarin ikut dalam acara pemberian anugerah pahlawan nasional untuk Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Istana Negara. Maulana Syaikh ditetapkan sebagai pahlawan nasional bersama dengan tiga tokoh lainnya yaitu Laksamana Malahayati dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Lafran Pane dari Daerah Istimewa Yogyakarta. (ris)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply