Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Mataram Masih Tinggi

kekerasan terhadap anak

Mataram (Global FM Lombok) – Kasus kekerasan  terhadap  perempuan  dan anak di kota Mataram  masih tinggi.  Dinas Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan  Anak (DP2PA)  Kota Mataram  mencatat,  jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai dengan Juli 2017 mencapai 68 kasus.  Dengan  rincian kekerasan terhadap perempuan  sebanyak 63 persen dan anak sebesar 25 persen.  Kekerasan ini didominasi oleh kekerasan fisik,  seksual dan juga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hal itu dikatakan Kepala DP2AP Kota Mataram,  Hj. Dewi Mardiana Ariyani di Mataram, Kamis (19/10). Sementara di sepanjang  tahun 2016 lalu,  kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 96 kasus.  Dimana,  kekerasan  terhadap perempuan sebanyak 60 persen dan kekerasan anak sebanyak 20 persen.  Kekerasan ini terbanyak terjadi di kecamatan  Ampenan dan Kecamatan Mataram.  Yang lebih memprihatinkan  adalah pelaku dari kekerasan ini adalah orang terdekat korban,  baik itu keluarga maupun tetangga.

“Jumlah ini terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Kasus yang mendominasi adalah kekerasan  fisik dari tahun ke tahun.  Ini pelakunya  adalah orang terdekat. Tingkat kesadaran masyarakat  semakin tinggi untuk melapor sehingga  jumlah kasususnya semakin banyak”,katanya.

Ia mengatakan, persoalan ini harus diatasi dengan  sinergi dengan semua pihak. Di satu sisi ia berharap peran aktif dari para korban kekerasan ini agar tidak takut melapor kepada aparat dan pemerintah daerah sehingga segera diambil tindakan lebih lanjut.  Pihaknya juga memberikan psikolog pendamping kepada  para korban, baik itu untuk perempuan maupun anak.  Bagi para korban kekerasan  perempuan, diberikan pembinaan ekonomi untuk meningkatkan  kesejahteraan serta mengatasi trauma yang mungkin dialaminya. (dha) –

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply