Tempat Mengajar Guru Jauh, Dikbud NTB Bangun 15 Rumah Singgah

Guru ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Pada tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB mulai membangun rumah singgah untuk para guru yang lokasi mengajarnya sangat jauh dari rumah. Jumlah rumah singgah  yang akan dibangun itu di 15 lokasi baik di pulau Lombok maupun di Sumbawa.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi NTB, H. Muh. Suruji kepada Global FM Lombok  di Mataram. Ia merincikan, rumah singgah yang akan dibangun di Pulau Lombok yaitu di Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Bayan Kabupaten Lombok Utara dan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Sementara untuk di Pulau Sumbawa yaitu di Lunyuk, Ropang, Pulau Moyo, Pekat, Sanggar, Tambora, Lambu dan beberapa daerah lainnya.

“Kita di 15 titik di Pualu Sumbawa yang jauh-jauh itu. Rumah singgah ini kan kayak ruangan di kos-kosan itu tiga lokal. Jadi guru yang ngajar dari rumah yang jauh-jauh itu bisa ngajar tiga kali dalam seminggu. Jadi minggu sore dia berangkat yang 150 km itu. Hari minggu dia berangkat, ngajarlah dia hari Senin, Selasa , Rabu dan Kamis dia pulang,”katanya

Diterangkan Suruji, keberadaan rumah singgah tersebut untuk mempermudah tenaga pendidik. Karena, jarak sekolah dengan tempat tinggal para guru di sejumlah daerah cukup jauh sehingga membutuhkan rumah singgah. Model rumah yang akan dibangun yaitu seperti kos-kosan. Karena, tempat tinggal sementara itu tidak akan ditempati oleh satu orang guru melainkan secara bergiliran tergantung dari jam mengajarnya.

Alokasi anggaran yang disiapkan Pemporv NTB dalam hal ini Dikbud NTB untuk pembangunan tersebut sebesar Rp 3 miliar lebih melalui APBD Perubahan Provinsi NTB. Satu lokasi rumah singgah dialokasikan sebesar Rp 200 juta.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply