Hewan Kurban di Mataram Dipastikan Bebas Penyakit Antraks

Hewan kurban di Mataram

Mataram (Global FM Lombok)- Hewan kurban di NTB khususnya di Kota Mataram dipastikan bebas penyakit antraks. Pasalnya, semua hewan dari luar yang masuk ke Kota Mataram dikarantina terlebih dahulu. Selain itu, hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini merupakan hewan asal NTB. Dimana, untuk sapi sebagian diantaranya didatangkan dari pulau Sumbawa dan kambing rata-rata adalah populasi di pulau Lombok.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram, H. Mutawalli di sela-sela pemantauan hewan kurban, Kamis (24/8) pagi. Dikatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini tidak pernah ditemukan kasus penyakit antraks di pulau Sumbawa. Sementara di pulau Lombok, penyakit antraks terakhir ditemukan pada tahun 1980 an silam. Namun, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit antraks pada hewan kurban tahun ini.

“NTB bebas antraks, sama dengan Kota Mataram. Ini kan kalau keluar masuk ternak dari luar pulau terutama ini masuk karantina dulu. Diperiksa, ini ada izinnya kalau datang dari pulau Sumbawa izin dulu tidak bisa masuk sembarangan ke pulau Lombok termasuk sapi untuk antisipasi itu”,katanya.

Total ada 2.768 ekor hewan kurban di Kota Mataram pada Idul Adha tahun ini, dengan rincian kambing sebanyak 1.906 ekor dan sapi sebanyak 861 ekor.  Ia mengatakan, penyakit antraks pada hewan ini tidak memiliki ciri atau gejala tertentu. Pasalnya, antraks ini akan membuat hewan tiba-tiba roboh dan kejang-kejang hingga keluar darah di bagian tubuh dan indera hewan.

Karena itu, kewaspadaan pemerintah terhadap penyakit antraks ini sangat tinggi. Sehingga harus dilakukan pemantauan.  Dampak bagi kesehatan manusia jika hewan yang terkena antraks tersebut dikonsumsi bisa mengganggu saluran pencernaan. Selanjutnya, kalau bulu hewan yang terkena penyakit antraks tersebut terhirup oleh manusia, hal itu bisa menyebabkan sakit paru-paru dan bisa berujung pada kematian.

“Petugas panitia hewan kurban juga telah diberikan pemahaman kalau menghentikan semua aktifitas kalau ada perubahan di limpa hewan, sebelum tim turun untuk melakukan pengecekan”,ujarnya. (dha)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply