Patung Kontroversial di Bawah Laut Gili Meno Harus Segera Diangkat

patung bawah laut Gili Meno

Mataram (Global FM Lombok)- Sejumlah patung berbentuk manusia di dasar laut Gili Meno, Desa Gili Indah, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang menuai kontroversi itu hingga kini belum diangkat dari dasar laut. Pemda KLU dan sejumlah elemen masyarakat telah menyuarakan agar patung itu segera diangkat karena tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat karena memiliki unsur pornografi.

Anggota Komisi II Bidang Pariwisata DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar Kepada Global FM Lombok di Mataram, Jumat (18/08) mengatakan, adanya patung bugil di dasar laut Gili Meno dipandang bertentangan dengan konsep wisata halal yang sedang gencar dipromosikan oleh pemerintah daerah. Keberadaan benda tersebut dinilai tidak memberikan keuntungan bagi pariwisata daerah karena kontroversial.

“ Mestinya pihak swasta harus izin dulu ke pemerintah daerah, harus koordinasi dengan dinas terkait, wilayah tiga Gili ini kan ikon pariwisara kita, jangan sampai maksudnya untuk menarik wisata, namun justru nanti merusak,” katanya.

Hazmi mengatakan, karakter wisatawan mancanegara yaitu cenderung mencari destinasi yang berbeda dengan di daerahnya. Karena itu, patung seni yang menggambarkan manusia telanjang tidak memiliki daya tarik yang luar biasa, karena hal itu bukan merupakan jualan wisata nusantara.  Dia mengharapkan agar pemerintah daerah segera bertindak dengan memerintahkan pihak terkait untuk mengangkat patung kontroversi itu dari dasar laut.(ris)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply