Bayi Berkepala Dua Asal Sumbawa Dirawat di RSUP NTB

Bayi Berkepala Dua Asal Sumbawa Dirawat di RSUP NTB
kembar siam ( ilustrasi)

kembar siam ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Bayi berkepala dua asal Kabupaten Sumbawa, saat ini dirawat di ruang NICU RSUP NTB. Bayi tersebut dirujuk dari RSUD Kabupaten Sumbawa setelah dilahirkan pada Senin (10/4) kemarin sekitar pukul 10:00 pagi dan tiba di RSUP NTB sekitar pukul 15:00 sore.  Sementara itu, pihak RSUP NTB akan segera membentuk tim medis untuk menangani bayi yang lahir dengan kondisi tidak normal tersebut.

Wakil Direktur Pendidikan Pelatihan dan Penelitian RSUP NTB, dr. H. Agus Pracoyo di kantornya, Selasa (11/4) mengatakan, saat ini kondisi kesehatan bayi masih normal dengan berat badan 3,8 kilo. Ia menerangkan, bayi tersebut merupakan bayi kembar yang gagal saat masih janin. Selain memiliki dua kepala, bayi tersebut memiliki tiga tangan, dua kaki, dua tulang belakang serta satu jantung dan satu kelamin. Adapun jumlah lambung, ginjal dan kerongkongannya belum jelas karena belum terlihat di hasil CT Scan. Untuk itulah, RSUP NTB akan membentuk tim medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tim medis itu juga akan menentukan apakah bayi tersebut akan dirujuk ke RS Dr.Soetomo di Surabaya atau mendatangkan dokter spesialis di RS dr.Soetomo ke NTB. Pasalnya, dokter ahli yang diperlukan untuk menganganinya masih belum lengkap di RSUP NTB. Tim itu juga akan memutuskan apakah bayi tersebut harus dipisah atau tidak.

“Mau dipisah atau tidak ini nanti ini semua keputusanya tergantung dari tim medis, kita akan bentuk tim medis kalau melihat kasusnya seperti ini. Nanti tim medis yang akan menentukan. Karena ini kepalanya dua, dua-dua nya hidup, kalau kita korbankan berarti membunuh satu orang. Melihat dari kondisi tulang belakangnya yang dua, ini sangat sulit untuk menentukan. Yang jelas selama masih tidak ada komplikasi masih kita pertahankan dulu, kita perbaiki kondisi klinisnya”,katanya.

Ditambahkan, pihak rumah sakit juga belum bisa memperkirakan apakah akan dilakukan operasi pemisahan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Pasalnya, itu memerlukan waktu diagnosa yang panjang bahkan sampai ber tahun-tahun. Apalagi, pemisahan akan lebih sulit karena bayi tersebut memiliki dua tulang belakang.  Namun, yang terpenting untuk dilakukan saat ini menurutnya adalah menjaga kesehatan dengan memastikan asupan gizi dan juga menambah berat badan bayi.

“Tim medis  terdiri dari dokter bedah kulit, dokter anak dan juga dokter bedah anak, dokter korak dan kasiopaskuler dan bedah pencernaan”,katanya. (dha)-

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply