77 Hektar Sawah Terendam Akibat Banjir Bima, 15 Hektar Puso

77 Hektar Sawah Terendam Akibat Banjir Bima, 15 Hektar Puso
Banjir rendam Bima

Banjir rendam Bima

Mataram (Global FM Lombok)- Banjir yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bima hari Minggu (26/03) lalu berdampak pula pada lahan pertanian di daerah tersebut. Di Kota Bima saja terdapat 77 hektar lahan pertanian terendam dan 15 hektar tanaman padi menjadi puso.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Husnul Fauzi kepada Global FM Lombok, Kamis (30/3) mengatakan, karena padi yang puso tersebut akan segera dipanen, maka pemerintah akan melakukan penggantian dengan jumlah Rp 3 juta per hektar. Namun ada juga sebagian petani yang masuk dalam Asuransi Usahatani Padi (AUTP), sehingga nantinya mereka bisa mendapatkan gantirugi dari PT. Jasindo sebesar Rp 6 juta per hektar.

“77 hektar yang kena di Bima, yang 15 hektar puso. Dan sekarang kami harus memikirkan, dalam premordia mau panen, 65 hari jadi penggantiannya Rp 3 juga per hektar, namun saya dengar juga ada yang masuk AUTP sehingga bisa diklaim Rp 6 juta per satu hektar. Saya akan koordinasikan dengan Jasindo. Proses masih berlangsung.” Katanya.

Menurut Husnul Fauzi, saat ini penggantian lahan pertanian yang terkena puso akibat banjir di Bima masih dalam proses. Untuk Kota Bima, laporan terkait dengan dampak banjir sudah lengkap, sementara dampak banjir terhadap lahan pertanian di Kabupaten Bima secara resmi belum diterimanya.

Sebelumnya Kepala BPBD Provinsi NTB M Rum mengatakan, jumlah warga yang terdampak akibat banjir di Bima sebanyak 22 ribu orang lebih. Pada saat kejadian, sebanyak dua ribu lebih warga mengungsi ke Masjid dan rumah kerabat terdekat. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum dan lahan-lahan pertanian padi yang segera panen.(ris)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply