Di NTB, Banyak Potensi Pajak Kendaraan Dinas Yang Hilang

Saat dikantor samsat

Mataram (Global FM Lombok)- Kendaraan dinas yang digunakan oleh pegawai dan pejabat pemerintahan di Provinsi NTB memiliki potensi yang besar untuk menyumbang pajak ke kas daerah. Namun ternyata sangat banyak potensi pajak dari kendaraan dinas yang tidak bisa ditarik pajaknya.

Hal itu teruangkap dalam kegiatan kunjungan Komisi III Bidang Keuangan DPRD NTB ke kantor Samsat di Bima dan Dompu, Kamis (23/03). Ketua Komisi III DPRD NTB Johan Rosihan mengatakan, di Kabupaten Dompu yang dapat ditarik pajaknya hanya 600-an kendaraan dinas. Sementara masih ada 900-an kendaraan dinas yang tidak terbayar pajaknya.
Menurut Johan, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya potensi pajak kendaraan yang hilang tersebut, salah satunya surat-surat kendaraan yang tidak dipegang oleh pemegang kendaraan. Selain itu adanya pengadaan kendaraan dalam jumlah besar merek China yang efektif penggunaannya hanya setahun, setelah itu rusak dan tidak terlacak serta pengalihfungsian dari pengadaannya.
Ada juga karena akibat pelelangan, surat kendaraan tidak jelas keberadaannya serta banyak kendaraan yang sudah mangkrak di kantor aset. Kendaraan itu sudah tidak digunakan lagi, namun masih tercatat sebagai potensi.
Sedangkan kendala untuk kendaraan umum yang tidak sesuai antara potensi dan realisasi yaitu banyak kendaraan roda dua atau sepeda motor yang ditarik oleh dealer karena warga kesulitan membayar cicilan atau ada juga karena memang sengaja dengan alasan lain. Selain itu kasus pemindah-tanganan kendaraan yang tidak jelas penjual dan pembelinya.
Karena itu rekomendasi yang diberikan oleh Komisi III DPRD NTB kepada Samsat yaitu Pemkab Dompu perlu merancang adanya keterlibatan aparat desa dengan insentif tertentu dalam proses penagihan pajak kepada wajib pajak. Selain itu sangat perlu dibangun Drive Thrue atau layanan samsat yang cepat di Dompu dan Calabai.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply