Jumantik Baru Fokus di Kota Mataram dan Lombok Timur

Jumantik Baru Fokus di Kota Mataram dan Lombok Timur
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB

Mataram (Global FM Lombok)- Keberadaan juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kasus demam berdarah dengue (DBD). Namun, sejauh ini Jumantik tersebut masih difokuskan di dua wilayah yang angka kasus DBD nya cukup tinggi yakni Kota Mataram mencapai 115 kasus dan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan 190 kasus. Idealnya, seluruh rumah tangga harus memiliki satu orang Jumantik sehingga DBD tidak menimpa keluarga tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi di kantornya Selasa (14/3) mengatakan, ke depan semua rumah tangga di seluruh kabupaten kota harus memiliki Jumantik. Namun, itu akan dilakukan secara bertahap karena proses pelatihannya memakan waktu. Di Kota Mataram, sudah ada beberapa desa yang memiliki Jumantik, seperti Karang Pule dan Babakan. Jumantik ini juga bukan hanya di ranah rumah tangga, namun juga sekolah dan perkantoran.

“Puskesmas Babakan sudah, Lombok Tengah belum. Kita fokus sama Mataram sama Lombok Timur sekarang ini. Kita sudah minta sama kabupaten lain tapi itu mungkin yang didahulukan wilayah-wilayah yang kasusnya tinggi. Seperti Praya, Mantang, Kopang. Karena melatihnya butuh waktu jadi belum semua. Kemarin saya dapat laporan Babakan, Karang Pule sudah. Artinya semua nanti akan sampai tapi melatih itu butuh waktu makanya dahulukan mana yang terbanyak kasusnya”,ujarnya.

Berdasarkan catatan pihaknya, kasus DBD hingga akhir Februari lalu mencapai 525 kasus. Hampir sama dengan jumlah kasus di bulan yang sama tahun lalu sebanyak 600 an kasus. Hal itu disebabkan karena memang  terjadi anomali cuaca di tahun ini. Hal itu terlihat dari bencana banjir yang melanda 10 kabupaten kota di NTB yang masih berlangsung sampai bulan lalu. Dari jumlah pasien, yang terbanyak berada di Kabupaten Lombok Timur  mencapai 190 kasus karena jumlah penduduknya lebih besar. Namun, dari sisi angka kesakitannya masih lebih tinggi di Kota Mataram. (dha)-

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply