RS Biomedika Tolak Beberkan Kondisi Sri Rabitah

Sri Rabitah

Mataram (Global FM Lombok)- Rumah Sakit Biomedika, selaku rumah sakit swasta di Kota Mataram yang merawat dan mengoperasi Sri Rabitah, menolak untuk membeberkan kondisi kesehatan Sri Rabitah pasca dioperasi pada Kamis, 2 Maret lalu. Hal itu termasuk juga dengan kepastian apakah ginjal Sri Rabitah masih lengkap atau tidak. Padahal, sebelumnya kuasa hukum Sri Rabitah mengatakan bahwa penjelasan medis itu adalah kewenangan pihak rumah sakit.

Direktir RS Biomedika, dr. Stephanus Gunawan didampingi Konsultan Hukum RS. Biomedika D.A. Malik kepada media, Senin (6/3) siang mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih rinci terkait kondisi kesehatan Sri Rabitah.  Hal itu sesuai dengan UU No 44 tahun 2009 tentang rumah sakit. Dimana, rumah sakit dilarang mengungkapkan riwayat kesehatan pasien.

“Terbatas beri penjelasan. Pasien dirawat 5 hari. Dilarang sampaikan selebihnya.  Kondisi Rabitah. Tidak bisa sampaikan mengenai kondisi pasien. Rumah sakit tidak boleh sampaikan. 5 hari dirawat.  Penjelasan bisa langsung ke pasien’,katanya.

Sementara itu, Konsultan Hukum RS. Biomedika D.A. Malik dalam kesempatan itu menjelaskan, apa yang dilakukan oleh RS Biomedika sudah sesuai dengan aturan. Pasalnya, keterangan medis itu adalah privasi pasien. Namun, kalau Sri Rabitah maupun pihak keluarga menyetujui untuk diberitahukan ke publik, maka pihak rumah sakit sudah bisa mengungkapkan kondisi pasien. Akan tetapi, sampai sekarang pihak rumah sakit belum menerima surat persetujuan tersebut dari Sri Rabitah maupun pihak keluarga.

Dikatakan bahwa catatan medis yang tidak bisa diungkapkan ke publik ini bukan hanya berlaku dalam kasus Sri Rabitah, namun kepada semua pasien rumah sakit. Ia juga menuturkan bahwa saat memeriksakan diri ke RS Biomedika pada Rabu 1 Maret lalu, belum diketahui bahwa yang bersangkutan pernah diduga kehilangan ginjal saat bekerja di Qatar. Pasien lalu diperiksa dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan selang dan batu di area ginjalnya selama 4 jam 45 menit.

“Kalau secara medis, tidak bisa menceritakan. Tapi kalau Rabitah setuju atau diminta oleh pihak keluarga, bisa diceritakan. Tapi sekarang ini belum ada pemberitahuan dari pihak keluarga. Prinsip kedokteran yang ada tidak bisa mengungkapkan’,katanya. (dha)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply