Peternak Harus Dibantu Alat Produksi Pakan

H Burhanuddin

POTENSI untuk memproduksi pakan baik industri maupun mandiri di NTB sudah ada karena bahan bakunya  tersedia. Karena itu pihak legislatif meminta pemerintah daerah untuk membantu para peternak dalam hal pengadaan alat-alat produksi pakan mandiri. Karena bagaimanapun juga, tanpa dorongan dan fasilitas dari pemerintah, hal itu dinilai cukup sulit.

Hal itu disampaikan anggota Komisi II Bidang Pertanian dan Perdagangan DPRD NTB H Burhanuddin, S.Sos, MM merespons harga pakan industri yang cenderung memberatkan para peternak dalam berusaha. Ia menilai masyarakat NTB memiliki potensi yang tinggi untuk  mengembangkan ternak baik ternak ayam, itik, termasuk juga untuk pengembangan ikan.

‘’Namun persoalan pakan ini kan cenderung dari luar. Artinya belum ada secara spesifik untuk pengembangan pakan secara mandiri baik itu yang dilakukan oleh swasta atau mungkin oleh pemerintah daerah,’’ ujarnya.

Komisi II sangat berharap agar pemerintah daerah mengembangkan potensi-potensi ekonomi yang sangat besar di masyarakat ini terutama yang di peternakan dan perikanan. Artinya peluang meningkatkan ekonomi peternak  ikan dan unggas ini terbuka lebar melalui penyediaan pakan yang baik serta mengurangi ketergantungan pakan industri yang notabene dari luar daerah.

Politisi Hanura ini menilai, pengembangan unggas ini sesungguhnya cukup lamban karena pemerintah daerah terlalu fokus pada ternak sapi ini. Padahal di sisi lain usaha ternak unggas ini cukup menjanjikan karena keuntungannya lebih cepat bisa dirasakan oleh masyarakat.

‘’Ini kita sangat terobsesi pada program sapi. Sehingga cenderung ternak unggas ini agak lamban. Saya kira pemerintah harus mendorong kesimbangan. Karena bagaimanapun usaha kecil seperti ini cenderung bisa memberikan manfaat lebih cepat, lebih menguntungkan juga,’’ tambahnya.

Di samping itu DPRD dan pemerintah daerah juga mendorong agar pihak swasta mau berinvestasi dalam bidang produksi pakan ternak ini mengingat potensi usaha ini sangat bagus. Adapun bahan baku pakan sudah tersedia di dalam daerah seperi jagung, dedak serta sumber protein dan mineralnya meskipun volume dan kontinuitasnya harus ditingkatkan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kontribusi ilmu pengetahuan yang ada pada perguruan tinggi dalam daerah haruslah bisa diaplikasikan untuk kebaikan masyarakat. Dalam hal produksi pakan ternak ini, perguruan tinggi tentu memiliki banyak hasil penelitian yang menunjang peningkatan produktivitas para peternak. Itulah yang sebaiknya diterapkan melalui kebijakan pemerintah daerah.

‘’Artinya hasil-hasil studi baik oleh akademisi sesungguhnya menjadi satu potensi yang baik untuk mengembangkan pakan mandiri ini. Karena itu kita berharap pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mencoba follow up apa yang menjadi referensi yang mengacu pada hasil kajian akademisi kita. Itu banyak sekali di segala sektor. Tinggal kita mendayagunakan saja hasil kajian dan penelitian itu,’’ sarannya.[ris]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply