Semarak, Perayaan Tradisi Bau Nyale 2017

Peserean

Perayaan Festival Pesona Bau Nyale 2017 berlangsung dengan meriah. Semarak perayaan tradisi yang digelar di Kabupaten Lombok Tengah ini dimulai sejak tanggal 30 Januari lalu.

Perayaan tradisi Bau Nyale dirangkai dengan pemilihan Puteri Nyale 2017. Selanjutnya, kegiatan kepariwisataan ini juga dimeriahkan oleh beragam bentuk atraksi seni dan budaya. Beberapa diantaranya peresean, kompetisi selancar, voly pantai dan parade budaya.

“Parade budaya akan kita gelar besok siang (hari ini-red) di Praya. Sementara peresean dan voly pantai berlangsung sejak kemarin (Sabtu, 11/2) di Pantai Kuta,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Lombok Tengah, H.L. Moh. Putria, S.Pd.,M.Pd, Minggu (12/2).

Semaraknya perayaan tradisi Bau Nyale kali ini tidak lepas dari adanya dukungan dari pihak pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Kabupaten Lombok Tengah menyebut perayaan Bau Nyale kali ini dengan istilah gawe siwaq jelo siwaq malem (bahasa sasak-red). Artinya perayaan ini akan disemarakkan selama sembilan hari sembilan malam.

“Pusat perayaan Bau Nyale kali ini kita selenggarakan di Pantai Seger. Tagline gawe siwaq jelo siwaq malem, kita angkat guna mendongkrak lama tinggal wisatawan,” tuturnya.

Perayaan festival tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Tingkat hunian hotel di wilayah Kuta atau Mandalika Lombok Tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Hampir seluruh kamar hotel di kawasan tersebut pada momen puncak perayaan Bau Nyale telah laku terjual.

Parade Budaya

Agenda parade budaya yang diselenggarakan siang ini, dipastikan terselenggara dengan meriah. Kepala Bidang Atraksi Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ir. Bq. Rahmayati bersama rombongan telah melatih para peserta dengan menggelar workshop di Lombok Tengah. Mereka diberi arahan agar mampu tampil semenarik mungkin.

Mereka dibimbing agar tampil dengan gaun, hiasan serta properti yang menarik perhatian penonton. Oleh pihak Dinas Pariwisata, mereka dilatih agar para peserta terampil mendesain konstum yang unik.

Workshop yang terselenggara di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Lombok Tengah itu diikuti dengan antusias oleh kalangan remaja. “Pemuda dan pemudi yang mengikuti workshop tersebut, akan tampil beda pada parade ini” kata Bq. Rahmayati. (met/*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply