Cabai Diprediksi Akan Kembali Sumbang Inflasi di Awal Tahun

Prijono

Mataram (Global FM Lombok)- Bank Indonesia (BI) perwakilan NTB memprediksi lonjakan harga cabai yang tembus angka Rp 100 ribu per kg akan kembali menyumbang inflasi di bulan Januari ini. Hal itu karena kenaikan harga cabai ini juga diikuti oleh kenaikan harga komoditas pertanian lainnya seperti tomat dan juga wortel.  Namun, diharapkan inflasi tersebut berada di bawah angka 1 persen sehingga tidak seperti bulan Januari di tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 1 persen lebih.

Hal itu dikatakan Kepala BI perwakilan NTB, Prijono di Islamic Center Mataram, Jum’at (6/1) siang. Ia mengatakan, komoditas pertanian seperti cabai, tomat maupun bawang merah selalu mengalami lonjakan harga tiap tahunnya. Karena itu, BI bersama TPID akan melakukan evaluasi terkait harga bumbu-bumbu dapur tersebut agar tidak terjadi secara terus menerus. Namun, ia mengaku tantangan untuk mengatasi lonjakan harga ini memang tidak mudah karena anomaly cauaca.

“Pengaruh iya pasti jelas ada karena beberapa barang-barang yang lain juga harganya pada naik. Tapi mudah-mudahan ini ada beberapa bagian yang sedikit turun mudah-mudahan. Tapi memang di sini ka n ada beberapa yang memang dari sisi pasokannya jadi berkurang. Saya khawatir itu barang-barang pertanian karena cuaca kayak begini. Kita masih melihat, tapi mudah-mudahan tidak setinggi bulan Januari yang  pada umumnya, seharusnya di bawah satu”,katanya.

Dilanjutkan, pemerintah daerah harus segera menemukan solusi atas persoalan ini. Misalnya, dengan menambah stok jika terjadi kekurangan stok di dalam daerah melalui perubahan pola tanam.  Produksi cabai, tidak boleh dilakukan antar tahun. Namun, dilakukan antar waktu, baik itu bulanan maupun mingguan. Pasalnya, produksi yang berlebihan dalam satu tahun belum tentu bisa memenuhi kebutuhan antar waktu. Apalagi, cabai termasuk komoditas yang mudah busuk. Terlepas dari itu, diharapkan masyarakat bisa menanam cabai di pekarangan sehingga tidak mengalami kesulitan ketika harga di pasar tradisional melambung tinggi seperti sekarang ini.(dha)-

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply