Wapres JK Minta Pemulihan Bima Pasca Banjir Dipercepat

Wapres RI tinjau korban banjir

Mataram (Global FM Lombok)- Wakli Presiden RI, H.M.Yusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Kota Bima, Rabu (28/12). Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung penanganan pasca bencana banjir yang melanda Kota Bima beberapa hari lalu. Wapres tiba dibandara Sultan Salahuddin Bima sekitar pukul 10.15 dan disambut Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Terlihat dalam rombongan wapres, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, Pimpinan DPD RI Farouk Muhammad.

Saat tiba di Gedung Walikota Bima, Wapres, Gubernur dan rombongan langsung mengadakan rapat koordinsi terbatas terkait penanganan bencana banjir Kota Bima. Dalam pertemuan tersebut, Wapres mengarahkan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan, baik masyarakat maupun infrastruktur yang rusak akibat banjir. Hal ini menurut wapres harus dilakukan secara bersama sama dan melibatkan semua unsur.

“Lebih cepat penanganannya, lebih baik. Kalau lambat, maka semakin banyak korban, termasuk infrastruktur. Harus ada percepatan. Kalau lama, maka lumpur itu semakin keras dan susah dibersihkan” jelas Wapres.

Air bersih juga menjadi salah satu perhatian wapres saat itu. Menurutnya, banjir selalu melumpuhkan ketersediaan air bersih. Selain itu, wapres meminta untuk segara menyediakan fasilitas pembersih lumpur dan sampah, seperti pompa air, eskavator dan truk pengangkut sampah. Di satu sisi, ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah termasuk anggota TNI/Polri yang bergerak cepat menangani korban banjir.

Selepas pertemuan, Wapres dan rombongan langsung meninjau Rumah Sakit Lapangan yang dipusatkan di Gedung Convention Hall Paruga Nae Kota Bima. Rumah sakit lapangan tersebut menyediakan tenda untuk perawatan pasien orang dewasa dan anak anak. Wapres meninjau berapa posko perawatan dan juga posko apotek. Saat itu, wapres menanyakan keluhan sejumlah pasien korban banjir. Rata rata pasien mengeluhkan mual mual, pusing dan mencret.

Ia juga berdialog langsung dengan masyarakat. Masyarakat menceritakan keadaan rumah serta harta benda yang hancur akibat banjir.”Ini semua ada hikmahnya, seperti kita diminta sabar. Bahkan bencana ini menumbuhkan rasa gotong royong kita, rakyat Indonesia’,ujarnya.(dha)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply