Kerugian Akibat Banjir di Bima Mencapai Rp 979,3 Milyar

Foto warga Bima yg terima pakaian layak pakai dari warga Dompu

Mataram (Global FM Lombok)-  Data sementara kerugian akibat banjir bandang di Kota Bima dua hari lalu mencapai Rp 979,3 milyar. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah karena masih dilakukan pendataan kerusakan.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H. Muhammad Rum, Senin (26/12). Dirincikan, berbagai kerusakan tersebut diantaranya adalah fasilitas kesehatan, yakni empat puskesmas, 29 Pustu, 29 Polindes, dan 1 kantor Lab Kesda senilai kerugian Rp 66,4 milyar. Selanjutnya adalah fasilitas pendidikan berupa 18 unit SD, 5 SMP dan 4 SMA. Infrastruktur jalan, jembatan, prasarana air minum, prasarana persampahan dengan perkiraan nilai kerugian sebesar Rp 255 milyar.

Kemudian lahan pertanian dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 5 milyar lebih. Adapun lainnya sebanyak 91 rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 49 rusak sedang dan rusak ringan tidak terhitung.  Begitu pula dengan kios milik warga yang rusak sebanyak 77 unit rusak berat, 39 rusak sedang sedangkan yang rusak ringan belum terdata.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei telah memimpin langsung pembahasan rencana aksi tanggap darurat banjir di Kota Bima pada Minggu (25/12) kemarin  di kantor walikota Bima.  Dalam kesempatan itu, Willem menyampaikan bahwa untuk rekonstruksi dan rehab infrastruktur rusak, harus disusun rencana aksi lintas sektor. Misalnya untuk rehab sekolah akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Begitu juga dengan  rehab jembatan dan jalan akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

“Untuk antisipasi dan pengurangan risiko bencana pada masa mendatang, beberapa hal yang mendesak untuk dilakukan adalah normalisasi sungai, penataan drainase dan penertiban penataan ruang”,katanya. (dha)-

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply