Banjir Bima, Data Sementara 2,300 Hektar Lahan Rusak

Banjir rendam Bima

Mataram (Global FM Lombok)- Banjir bandang yang menerjang wilayah Bima pekan kemarin tidak hanya merendam ribuan rumah warga, namun juga merendam ribuan hektar lahan pertanian. Data sementara yang dimiliki Dinas Pertanian Provinsi NTB, sebanyak 2,300 hektar lahan dilaporkan rusak di Kota Bima. Sementara di Kabupaten Bima hingga kini belum diketahui luas areal yang terdampak.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Husnul Fauzi kepada Global FM Lombok, Selasa (27/12) mengatakan, sejauh ini belum dirinci berapa luas lahan yang masuk kategori rusak ringan, sedang, berat dan puso. Masing-masing kategori tingkat kerusakan tanaman dan jenisnya ada mekanisme penggantian.

“ Kemarin kepala dinasnya telpon saya yang rusak 2,300 hektar. Kalau yang rusak tanaman 2,300 artinya semua lahan itu terandam di kota Bima. Saya masih menunggu yang di kabupaten Bima kan menyebar ada spotnya. Cuma spot-spotnya itu saya tunggu datanya. Bahwa kerusakan itu ada beberapa kreteria seperti ringan, sedang, berat dan puso” katanya.

Husnul Fauzi mengatakan, ada asuransi pertanian tanaman padi di wilayah NTB, namun berapa luas areal padi di Bima yang dijamin asuransi masih belum diketahui. Dalam ketentuannya, padi dengan kategori puso mendapat dana asuransi sebesar Rp 6 juta per hektar. Sementara jika tanaman padi baru ditanam kemudian rusak, petani hanya mendapat Penggantian Cabang Benih Nasional (CBN) dengan jumlah dana penggantian antara Rp 1,4 juta hingga Rp 2,3 juta per hektar.

Dia mengklaim, rusaknya ribuan hektar tanaman padi di Kota Bima tidak akan menganggu target produksi di NTB. Luas areal 2,300 hektar yang rusak sama dengan 0,5 persen luas areal penanman padi tahun ini yaitu 475 ribu hektar. Jika kerusakan diatas 7 persen, baru bisa dikatakan diambang batas.” Namun kerusakan tanaman akibat banjir Bima tidak akan menganggu target produksi”, (ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply