Banjir Bima, Ribuan Relawan Bergerak untuk Kemanusiaan

 

Relawan MDMC sedang menyiapkan ratusan bungkus nasi di dapur umum yang dibangun untuk dibagikan ke pengungsi.

Psikologi masyarakat Kota Bima berangsur pulih. Mereka kini merasa tidak sedang sendiri dirundung musibah banjir bandang. Kehadiran ratusan, bahkan bala bantuan ribuan relawan berdatangan membawa logistik. Dari yang modalnya kendaraan pinjaman hingga kehadiran kapal perang TNI. Tujuannya sama, memberi korban bantuan, semangat hidup dan harapan tentang masa depan.

“KALIAN datang saat perut kami kosong,

Kalian datang ketika kerongkongan kami kering,

Kalian  datang di kala kami menggigil kedinginan

dan, kalian datang tatkala jiwa dan raga ini lelah..

Terimakasih terimakasih terimakasih banyak sahabatku..

kami doakan, semoga Tuhan selalu melindungi kalian dan keluarga di manapun berada”.

Rasa haru tak terhingga itu diungkap Yudha LM.Tudiansyah, salah seorang pengungsi di RT 04 Kelurahan Tanjung, Kota Bima yang disampaikan melalui WhatsApp, Minggu (12/25). Selama musibah, Yudha mengaku tidak hanya terjebak banjir, tapi diserang rasa lapar dan kedinginan. Derita semakin lengkap ketika harus memboyong keluarganya pindah ke beberapa tempat aman, dalam kondisi sama karena ia sedikit lamban menerima bantuan.

Bantuan yang disalurkan itu atas inisiatif spontan dari jurnalis Mataram, dikumpulkan hanya dalam sehari sebelumnya. Terdata sementara ada sekitar 30 jurnalis  di Kota Bima yang turut menjadi korban banjir menyebabkan rutinitas peliputan terganggu. Tapi mereka tetap “Inisiatif bantuan ini untuk ringankan kawan kawan jurnalis di Bima karena mereka tetap liputan meski keluarganya mengungsi,” kata Ketua AJI Mataram, Fitri Rachmawati.

Hubungan emosional dan internal organisasi juga yang menggerakkan rasa kemanusiaan Muslimin dan kawan kawannya. Komando mereka hanya didorong oleh rasa kemanusiaan. Dengan organisasi penanggulangan bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), mereka menggalang dana dari pengurus dan organisasi internal Muhammadiyah. Dari penggalangan ini kemudian memantik kepedulian jaringan eksternal dengan memanfaatkan sosial media untuk mengabarkan situasi di Bima pascabanjir.

Sehari setelah kejadian pertama  Rabu (21/12) lalu, ada 20 orang relawan turun, bahkan Senin (26/12) hari ini, relawan gelombang kedua diberangkatkan berikut kendaraan yang sarat muatan logistik menggunakan kendaraan pinjaman dari Kampus Universitas Muhammadiyah.

Berkat penyebaran informasi yang begitu cepat, mereka mendapat kepastian droping  obat obatan untuk mengganti stok yang habis terendam banjir di rumah sakit pemerintah dan swasta. Keberangkatan relawan ini pun diiringi doa dan ucapan, “Selamat Berjuang Para Syuhada Kemanusiaan”.

Tidak hanya lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, organisasi mahasiswa, kelompok – kelompok pegiat lingkungan, lembaga kemanusiaan lain, juga berbondong bondong, bergerak menuju arah yang sama. Mereka tak ingin hanya selesai pada rasa prihatin dan terenyuh. Tidak hanya sekadar menghilangkan dahaga dan lapar, tapi berbagi kebahagiaan agar mereka bangkit dan pulih. “Tanggal 28, kami akan bawa banyak mainan untuk anak anak di Kota Bima. Mereka harus ceria kembali, traumatisnya harus hilang,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Nyanyu Ernawati.

Sabtu (24/12) lalu, satu truk bantuan dikirimnya ke Bima, di bawah kendali Ketua Divisi Hukum dan Advokasi LPA NTB, Joko Dumadi. Rombongan berikutnya, mereka akan datang membawa tim konselor untuk pemulihan trauma psikologi anak anak dan masyarakat umumnya.

SAR Terjunkah Helikopter

Kota Bima sempat lumpuh akibat dikepung banjir. Semakin diperparah dengan jembatan di jalan utama di ruas sungai Padolo yang retak tidak bisa dilalui. Tak menyerah, tim Search and Rescue (SAR) Kota Mataram melalui jalur udara, dengan mengerahkan satu Helicopter jenis BO. 105. HR 15 19 untuk membantu droping logistik.

Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH, S.IP, M.M yang juga ikut terjun ke lapangan mengatakan, hal ini dilakukan karena beberapa akses ke lokasi pengungsian sulit dilalui melalui jalur darat, sehingga langkah yang paling efektif untuk melakukan droping logistik melalui jalur udara. “Tadi heli kita sudah terbang mengangkut logistik,” sebutnya.

Dari pemantauan situasi di lapangan, menurut Nanang Sigit, air sudah surut dan beberapa warga sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing. Sementara beberapa warga lainnya masih bertahan di tempat pengungsian karena beberapa rumah mereka mengalami kerusakan. “Saat ini seluruh tim yang terlibat masih tetap melakukan siaga di lapangan,” tandasnya.

TNI kirim kapal perang

Bala bantuan juga datang dari korps TNI, tak tanggung tanggung Mabes TNI mengirim kapal perang.  “Armatim akan mengirimkan satu kapal perang jenis Landing Ship Tank yang membawa   dapur umum dan satu KRI dari Kolinlamil lenis LPD yang membawa pasukan dan logistik,” kata Danrem 162/WB Kol.l Farid Makruf MA kepada Suara NTB, Minggu sore.

Selain itu, ada dukungan pesawat Hercules/CN 235 dari Kodam IX/Udayana maupun Danlanud Rembiga sedang dipersiapkan. “Bantuan ini masih menunggu koordinasi dengan Mabes TNI,” jelasnya. Danlanud Rembiga Kolonel Pnb. Bambang Gunarto menyampaikan,  Pangkoops AU sudah menyiapkan pesawat angkut dan pasukan dari TNI AU untuk membantu penanggulangan bencana diwilayah Bima. Juga untuk keberangkatan masih menunggu koordinasi dari Pangdam IX/Udayana.

Ada empat unit truk untuk mengangkut perlengkapan dan logistik bantuan dari Korem 162/WB, Kodim 1608/Lobar, Persit dan Unram serta 2 unit ambulans sudah di stand by di Asrama Gebang menunggu kepastian waktu tiba pesawat Hercules.

Di tengah rasa lelah, Kepala BPBD NTB Ir. H.Muhammad Rum, MT melihat ada kekuatan yang kontribusinya sangat dirasakan. Semua elemen bergerak memberi pertolongan personel, kendaraan dan logistik.   “Data kami, memang ada ribuan relawan masuk ke kota dan ke Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Mereka memang bergerak atas rasa kemanusiaan,” katanya.

Agar kerja mereka tersistematis dan tujuan sebagai relawan tertolong, Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Kota Bima Mukhtar Landa sudah memberikan arahan  kepada ribuan relawan. Atas arahan Plt. Sekda Kota Bima ini, tugas para relawan sudah terbagi habis  agar teratur di lapagan.

‘’Supaya teratur dengan baik, apa kegiatan mereka di posko komando, apa tugas di lapangan, sehingga efektif dan tidak dobel,” kata Rum.  Mereka tidak hanya datang dengan tim, tapi membawa bantuan yang diperkirakan terus berdatanganr, ‘’membanjiri’’  posko penampungan di Mako Brimob yang sudah over kapasitas.

Muhammad Rum merinci, seperti bantuan dari  Tim SAR, Polri dan TNI, membantu evakuasi warga jika sewaktu waktu hujan dan sungai meluap. Selain itu membantu distribusi bantuan pangan melalui kelurahan. “Mereka juga membuka dapur umum lapangan 4 lokasi untuk  TNI, Dinsos dan BPBD. Ada rencana akan di buka lagi dua lokasi PMI, satu lokasi oleh MDMC,” jelasnya.

Selain bantuan dari instansinya berupa angkutan pangan tiga truk dan satu paket obat untuk, tim BPBD terdekat juga bergerak. Seperti BPBD  Dompu memberikan bantuan logistik satu  truk, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat memberikan bantuan logistik dua truk. (ars)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply