BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrim di NTB

Mataram (Global FM Lombok)- Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrim. Sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk NTB dilanda angin kencang sejak hari Senin (19/12), berdampak banjir, robohnya baliho, pohon tumbang dan bangunan rusak.

Catatan dan pengukuran kecepatan angin di beberapa UPT BMKG di Nusa Tenggara berkisar antara 30 – 55 kilometer  per jam, dengan arah pergerakan dari arah Barat Daya – Barat Laut termasuk kategori angin segar (moderate breeze) – angin ribut (near gale).

Press release Humas BMKG Pusat , menjelaskan, terjadinya kondisi cuaca tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya  sirkulasi pusaran angin (pusat tekanan rendah) di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa Timur dan perairan Laut Timor serta pola sirkulasi angin tertutup disekitar perairan Utara Papua.

Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko, ST menjelaskan, kondisi ini disebabkan diantaranya, adanya daerah sirkulasi pusaran angin di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa Timur dan perairan Laut Timor serta pola sirkulasi angin tertutup disekitar perairan Utara Papua.  ‘’Juga adanya aliran massa udara dingin  dan kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) yang terpantau mulai masuk menuju ke wilayah Philipina dan sekitar Teluk Kamboja, serta Indonesia sebelah Utara Khatulistiwa,” sebutnya.

Disebut juga, massa udara basah diindikasikan oleh tingginya kelembaban udara (70 – 80%) baik pada ketinggian 1500 m, 3000 m maupun 5000 m yg terkonsentrasi di sejumlah wilayah. “Ini mendukung pembentukan  dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Disebut Hary, indikasi potensi angin kencang diprediksi sampai 24 Desember 2016 terutama di Bengkulu, Jabodetabek, Jawa Timur, Kalimantan Tengah,Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT. Termasuk indikasi potensi hujan intensitas lebat disertai  petir dan angin kencang diprediksi sampai 24 Desember 2016 terutama  di NTB termasuk daerah dari Sabang sampai Merauke.

“Dengan potensi curah hujan tinggi pada periode bulanan, maka indikasi potensi hujan lebat dan angin kencang yang berskala harian dapat dimungkinkan akan meningkatkan bencana hidrometeorologi,” demikian tulis BMKG.

BMKG Stasiun Geofisika Mataram juga mengingatkan, terdapat peningkatan aktivitas petir yang signifikan. Masyarakat diminta waspada untuk wilayah  Mataram, Ampenan, Cakranegara, Labuapi, Kediri, Kuripan, Gerung, Lembar, Sekotong, Jonggat, dan Praya.  (ars)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply