Tahun 2016, Kasus Kematian Bayi Mencapai 25 Kasus

Angka kamtian bayi ( ilustrasi)

Angka kematian bayi ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)- Hingga bulan November tahun 2016 ini, jumlah kematian ibu di Kota Mataram sebanyak tujuh orang dan anak yaitu sekitar 25 orang. Kematian ibu melahirkan terjadi rata-rata disebabkan karena pendarahan. Diharapkan pada bulan Desember ini kasus kematian ibu dan bayi tidak terjadi lagi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman Hadi kepada Global FM Lombok Jum’at (02/12) pagi. Jika dibandingkan dengan kasus kematian ibu dan bayi tahun 2015 lalu dinilai masih sama. Namun, dia tidak mengetahui apakah akan ada penambahan kasus akhir tahun ini atau tidak. Diterangkan Usman, kasus kematian bayi paling banyak disebabkan karena asfiksia atau kegagalan bernafas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir. Hal ini biasanya disebabkan karena kondisi ibu yang gurang gizi, anemia dan beberapa penyakit lain yang diderita oleh ibuhamil.

“2016, kematian ibu itu sudah tujuh. Mudah-mudahan tidak tambah lagi sampai akhir tahun ini. Kalau kematian bayi sekitar 25 an. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu hampir sama ya. Kita tidak tahu, ini waktu tinggal sebulan lagi kematian bayi. Kematian ibu yang sering adalah pendarahaan atau eklampsi itu darah tinggi,” harap Usman.

Langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi kasus kematian ibu dan bayi di Kota Mataram, Dinas Kesehatan melalui puskesmas mengontrol kondisi ibu hamil selama 4 empat kali selama kehamilan. Jika ditemukan penyakit maka akan dikonsultasikan ke dokter spesialis. Sementara jika ibu hamil mengalami kurang gizi akan dilakukan pemulihan.

Program lain yang direalisasikan Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk ibu hamil yaitu dengan memberikan fasilitas senam di aula puskesmas secara rutin. Selain itu diberikan penyuluhan serta makanan tambahan.(azm)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply