NTB Menanti Gelombang Turis di Rute Harapan

Penulis ; Zainudin Syafari

Aktifitas di Bandara Internasional Lombok

Aktifitas di Bandara Internasional Lombok

Ramainya arus wisatawan yang datang ke Lombok dan Sumbawa turut dipicu oleh aktifitas penerbangan. Pembukaan rute-rute baru dari maskapai penerbangan dalam negeri maupun asing turut meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke daerah ini. Sebaliknya, berhentinya operasional maskapai penerbangan yang melayani Lombok dengan daerah lain secara drastis mampu menurunkan angka kunjungan serta angka hunian hotel di Lombok seperti dalam kasus berhentinya Jetstar melayani rute Lombok – Australia tahun 2014 lalu.

Tahun ini, setidaknya dua maskapai penerbangan berencana akan membuka rute baru dari Lombok yaitu Garuda Indonesia dan Amirates Airways. Maskapai penerbangan Emirates Airways akan menjajaki penerbangan langsung Dubai – Lombok. Karena itu Kepala Perwakilan Emirates sudah datang ke Lombok pada awal Juni lalu untuk membahas rencana tersebut bersama dengan pemerintah daerah dana para pelaku usaha wisata di NTB.

Kepala Perwakilan Emirates Indonesia, Mr. Sathish Sethi menemui Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi dan menginformasikan bahwa maskapai penerbangan yang berpusat di Bandara Internasional Dubai  tersebut akan melakukan beberapa langkah analisis terhadap berbagai potensi dan kelayakan penerbangan dengan destinasi Lombok.

Direktur Deputi Pemasaran Internasional Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mentatakan, penjajakan tersebut merupakan tindaklanjut dari MoU antara Kementerian Pariwisata dengan pihak Emirates dan menindaklanjuti arahan Menteri Pariwisata. Karena dalam MoU tersebut diarahkan pula untuk membuat penerbangan dengan tujuan Lombok.

Mengenai tahap- tahap yang sudah dilakukan, pihak Emirates sedang melakukan survey di beberapa tempat termasuk di daerah wisata potensial seperti kawasan Mandalika Resort. ” Dari segi destinasi, Lombok sudah kuat. Lombok punya pangsa pasar yang besar. Karena itu akses ke dunia harus dibuka lebih lebar” katanya.

Terkait dengan hal itu, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi menyampaikan komitmen dan dukungan penuh dari semua stakeholder di NTB atas rencana tersebut. Rencana Emirates tersebut merupakan peluang bagus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di NTB, terutama dari Timur Tengah. Pasalnya, Emirates mampu mengangkut para wisatawan lebih dari 45 negara dalam satu kali penerbangan. Hal ini dimungkinkan karena Dubai merupakan International Hub dan Hal itu pula yang membedakan Emirates dengan penerbangan-penerbangan lain. “Apapun yang diperlukan untuk kelancaran program ini, kami siap menyediakannya,” sanggup Gubernur saat itu.

Jika hasil analisa pasarnya dinggap bagus, Emirates akan melayani penerbangan langsung pada tahun ini juga. Penerbangan akan menggunakan pesawat Airbus 747 dengan jumlah kursi 400.

Sementara itu maskapai penerbangan Garuda Indonesia segera melayani penerbangan langsung Lombok – Jeddah via Surabaya. Penegasan itu disampaikan oleh GM Garuda Indonesia Kantor CabangLombok Dasep Suanda awal Juni kemarin.

Dasep mengatakan, Garuda Indonesia sedang mempersipkan perizinan untuk mendapatkan slot penerbangan di Jeddah maupun di Lombok. Proses perizinannya membutuhkan waktu yang tidak mudah terutama di Jeddah, karena itu jadwal terbang perdana dengan rute Lombok – Jeddah belum bisa dipastikan.

Dari rencana awal, Garuda akan terbang ke Jeddah satu kali dalam seminggu dan akan ditambah sesuai dengan perkembangan pasar. Salah satu bidikan pasar Garuda di rute ini adalah jamaah Umroh yang jumlahnya semakin ramai serta wisatawan asal Arab Saudi maupun Timur Tengah secara umum yang tertarik berwisata di Lombok.

Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan dari Lombok ke berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Bima dan Sumbawa. Total sebanyak 12 kali penerbangan setaip harinya dari Lombok.

Komisi III bidang pariwisata DPRD NTB menyambut baik rencana beberapa maskapai penerbangan yang akan membuka rute baru tersebut. Anggota komisi pariwisata DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar mengatakan, rute Lombok – Jeddah akan menguntungkan warga yang akan berangkat umrah. Dia yakin rute baru ini akan penuh oleh jamaah umrah maupun wisatawan dari Arab Saudi, terlebih jika Garuda akan melayani rute ini sekali seminggu. Menurutnya, penerbangan Lombok – Timur Tengah adalah rute harapan untuk angka kunjungan yang lebih bagus.

“ Maskapai Garuda juga bisa bekerjasama dengan agen perjalanan umrah baik di Bali maupun di NTT agar bisa berangkat melalui Lombok. Dengan pola itu, tingkat keterisian pesawat akan lebih maksimal. Karena selama ini jamaah umrah asal NTB, NTT maupun Bali biasanya berangkat dari Jakarta.” Ujar pimpinan Ponpes Maraqitta’limat ini.

Menurutnya, karakter wisatawan asal Timur Tengah adalah wisata keluarga. Sekali melakukan perjalanan wisata, satu keluarga besar akan ikut serta. Sehingga peluang untuk meningkatkan angka wisatawan yang berlibur di Lombok maupun Sumbawa dari pasar Timur Tengah semakin besar.

Selain Garuda dan Emirates yang ingin melakukan ekspansi bisnis di NTB, Lion Group juga tidak ingin ketinggalan. Iman dari Lion Group cabang Lombok mengatakan, pihaknya memiliki 25 penerbangan setiap hari dari dan menuju Lombok dengan jumlah penumpang hampir tiga ribu per hari.

“ Terakhir kami coba rute baru Lombok – Ujung Pandang  dengan tipe pesawat 737  dengan kapasitas 189 penumpang. Untuks rute timur kita baru saja buka dengan Wings Lombok- Bima 2 kali, dan penambahan flight Wings rute Lombok – Sumbawa.” Kata Iman.

Faktor kelancaran penerbangan menjadi penentu tingkat hunian hotel di daerah ini. Ketua Asosiasi Hotel Mataram ( AHM) Reza Bovier mengatakan, sebagai gambaran, tingkat hunian hotel di kota Mataram pada minggu kedua bulan Mei 2016  menurun menjadi 67 persen akibat aksi mogok pilot Lion Air. Kunjungan bisnis dan wisata sempat terganggu akibat aksi tersebut.

Adapun tingkat hunian hotel secara umum di Kota Mataram cukup bagus dan rata-rata lebih tinggi dari tahun 2015 lalu. Faktor ini dipicu oleh akses penerbangan yang relatif bagus serta banyaknya agenda nasional yang digelar di NTB pada tahun 2016 ini. Sehingga tingkat hunian hotel sering diatas 70 persen, bahkan pada saat long weekend awal Mei lalu, okupansi hotel di Mataram hampir menyentuh 100 persen.

Aktifitas penerbangan yang membawa arus kunjungan wisatawan terekam dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB. Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin mengatakan,  wisatawan asal negeri Jiran Malaysia masih mendomonasi angka kunjungan ke provinsi NTB pada tahun ini. Data BPS NTB menunjukkan, angka kunjungan turis dari Malaysia bulan April misalnya melalui pintu Bandara Internasional Lombok (BIL) sebanyak 3.254 orang. Tingginya turis dari Malaysia tidak terlepas dari penerbangan langsung Air Asia yang melayani rute Lombok – Kuala Lumpur.

Posisi kedua tercatat wisatawan dari Singapura yang berlibur di NTB sebanyak 288 orang dan diikuti oleh wisatawan dari negara-negara Eropa, Asia, Amerika dan Australia. Secara umum, angka kunjungan wisatawan mancanegara yang datang melalui BIL di Bulan April sebanyak 5.407 orang. Sedangkan pada bulan sebelumnya angka kunjungan wisatawan melalui BIL ke NTB sebanyak  7.356 orang.

Ampenan Siap Bangun Dari Tidur Panjang

Akses masuknya wisatawan dari jalur laut sebenarnya tidak kalah banyak. Biasanya mereka datang dari pelabuhan di Bali menuju Lombok. Untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan, salah seorang pengusaha kapal pesiar dari pulau Bali tertarik menanamkan investasi di Kota Mataram. Dia berencana akan menghidupkan kembali eks Pelabuhan Ampenan yang menjadi pelabuhan utama di masa lalu. Hasil kajian yang sudah dilakukan di eks pelabuhan Ampenan, penguhasa kapal ini tertarik untuk menyandarkan kapal-kapal yang dimiliki di lokasi tersebut.

Wakil walikota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan, pemerintah Kota Mataram nantinya hanya akan melengkapi fasilitas yang ada seperti ruang tunggu, fasilitas parkir dan beberapa fasilitas lainnya. Selain itu, pemerintah Kota Mataram juga diminta untuk menyiapkan informasi terkait penyediaan transportasi yang bisa menghubungkan dengan destinasi pariwisata di Lombok. Adapun anjungan kapal akan dibangun oleh pengusaha tersebut.

“Investasi pengusaha kapal cruises yang melayani penyebarangan Bali-Lombok. Mereka melihat pontensi ada di Mataram, dan di Mataram adalah di Ampenan. Mereka sudah melakukan kajian disitu. Katanya tempat itu cukup ideal untuk menyandarkan kapal-kapal cruises itu. Dan mereka berencana akan membangun ajungan untuk dermaga disitu di pelabuhan. Rencana yang akan membangun mereka,” kata Mohan pertengahan Juni ini.

Dengan rencana itu, pemerintah kota Mataram sudah mulai mengalokasikan anggaran pada APBD Perubahan untuk melakukan penataan ulang eks pelabuhan Ampenan. Mohan optimis investasi kapal akan teralisasi di Kota Mataram. Jika, pelabuhan ini beroperasi maka jarak tempuh Bali-Lombok bisa lebih cepat. Karena selama ini para wisatawan mengeluhkan jarak tempuh Bali-Lombok melalui pelauhan Lembar cukup lama yaitu antara 4 hingga 5 jam.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply