Capai 2.064 Kasus, DBD Telan 22 Korban Jiwa di NTB

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB

Mataram (Global FM Lombok)- Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di NTB terus meluas. Hingga 27 Mei 2016 lalu, tercatat sebanyak 22 orang pasien di NTB meninggal dunia karena DBD ini. Adapun total kasus DBD telah menembus angka 2.064 kasus. Angka ini melonjak drastis dari kasus tahun 2015 sebanyak 1.273 kasus dengan korban meninggal dunia hanya tiga orang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, Eka Junaidi di kantor gubernur NTB, Rabu (1/06) pagi. Ia mengatakan, hujan yang terus menerus terjadi berpotensi akan menambah jumlah penderita DBD.

“ Lebih dari dua ribu kasus tanggal 27 Mei lalu. Tapi puncaknya sudah selesai pada bulan Februari dan Maret lalu. Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram yang paling banyak” kata Eka Junaidi.

Kasus DBD tertinggi, kata Eka terjadi di Kota Mataram sebanyak 643 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 7 orang. Selanjutnya adalah Lombok Timur sebanyak 575 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 7 orang. Lombok Tengah sebanyak 84 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 1 orang. Selanjutnya adalah Kabupaten Lombok Utara sebanyak 105 kasus, Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 34 kasus, Sumbawa sebanyak 253 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 2 orang. Dompu sebanyak 86 kasus, Bima sebanyak 83 kasus dan Kota Bima sebanyak 33 kasus dan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Eka mengatakan, peran serta masyarakat untuk mencegah wabah DBD ini terus meluas adalah hal yang terpenting. Masyarakat diharapkan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan aksi 3 M yakni menguras bak mandi, mengubur barang bekas dan menutup bak mandi. Masyarakat, kata Eka tidak bisa mengandalkan fogging atau pengasapan karena tindakan itu tidak epektif untuk memberantas sarang nyamuk. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply