Gagal Panen Tak Ganggu Ketahanan Pangan

gagal panen

gagal panen

Mataram (Global FM Lombok)- Gangguan tanam yang terjadi di sejumlah wilayah di NTB seperti gagal panen padi karena kekeringan, hama dan lainnya diklaim tidak akan berdampak terhadap ketahanan pangan di NTB. Pasalnya, gangguan tanam ini bahkan belum mencapai angka lima persen dari luas tanam pada tahun ini.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB Hj.Hartina di kantor gubernur NTB, Selasa (10/05). Ia mengatakan, dari total 1,3 juta ton target produksi beras di NTB, proyeksi kebutuhan beras penduduk di NTB tahun 2016 ini sebanyak 581.040 ton yang dikalkulasikan dengan kebutuhan 3 juta target wisatawan ke NTB tahun ini.  Dari jumlah itu, NTB masih surplus sekitar 700 ribu ton sehingga ketahanan pangan tak terpengaruh oleh gangguan tanam.

“Apabila terjadi gangguan panen, kita masih belum khawatir. Seberapa besar gangguan panen yang terjadi. Yang kami dengar Bima sekitar 300 hektar, di Lombok Tengah sekitar 400 an hektar. Jadi angka gangguan panen dengan luas panen masih jauh sekitar 15 persen kita predisikan paling besar. Kita ndak ada, kondisi saat ini di bawah 10 persen gangguan panen itu”,ujarnya.

Ia mengatakan, apabila gangguan panen tersebut masih berada di bawah 10 persen maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.  Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi ketahanan pangan ini. Diantaranya dengan memperkuat cadangan pangan desa serta memberikan bantuan dana bergulir kepada Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM).

Tahun ini, sebanyak 10 LDPM diberikan bantuan dana sebesar Rp 200 juta di luar. Dana tersebut, dibagi dua, dimana 70 persen digunakan untuk membeli beras untuk dijual ke toko tani dengan harga di bawah pasar serta 30 persen lainnya digunakan untuk biaya operasional LDPM. (irs)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply