KPI Berbagi Pengalaman Dengan Regulator dan Lembaga Penyiaran Dunia

Jajaran komisioner KPI Pusat bersama para narsum berpose usai pelaksanaan seminar nasional

Jajaran komisioner KPI Pusat bersama para narsum berpose usai pelaksanaan seminar nasional

Giri Menang (Global FM Lombok)- Serangkaian dengan agenda Rapat Koordinasi Nasional ( Rakornas ) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Peringatan Hari Penyiaran nasional yang digelar di NTB awal April ini, digelar pula seminar internasional dengan menghadirkan sejumlah pembicara dari luar negeri. Kegiatan seminar ini digelar di Hotel Santosa Senggigi, Lombok Barat Jumat (1/4). Seminar ini menjadi ajang berbagi pengalaman KPI dengan lembaga penyiaran dan regulator penyiaran dari luar negeri.

Tampil sebagai pembicara dalam seminar itu adalah Dr. Hamit Ersoy dari komisi penyiaran Turkey. Hadir juga Dr Natee Sukonrat yang menjadi Kepala Komisi Komunikasi dan Penyiaran Nasional atau NBTC Thailand serta Dian Islamiati Fatwa selaku Senior Manager Development and Distributor SE Asia, ABC Australia.

Dalam seminar itu banyak dibahas terkait dengan proses migrasi media penyiaran dari system analog ke system digital. Di Indonesia kini sedang menunggu payung hukum untuk melaksanakan media siaran digital dalam bentuk revisi UU Penyiaran. Payung hukum sangat ditunggu setelah konsep siaran digital yang disampaikan oleh Menkominfo ditolak oleh sejumlah kalangan.

Dian Islamiati Fatwa yang telah lama bergabung di ABC Australia berbagi pengalamannya selama bekerja di Negara tersebut. Putri dari politisi AM Fatwa itu mengatakan, di Australia proses digitalisasi media siaran sudah berlangsung cukup lama . Butuh waktu sekitar 13 tahun untuk mlengkapi media digital tersebut yang dimulai dari kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth dan lainnya.

Menurutnya, munculnya alat receiver atau televisi yang murah dari China ikut memudahkan proses digitalisasi media tersebut. Kasus di Australia, setelah tujuh tahun proses transisi ke digital, kini sudah 98 persen warga sudah memiliki satu TV digital.

Dia mengakui sebenarnya banyak daerah blank spot di Australia seperti di pedalaman yang dihuni warga Aborigin. Namun pemerintah setempat langsung memberikan pelayanan dengan membangun infrastruktur agar jaringan TV bisa diterima. TV ABC sendiri memiliki klasifikasi channel yang sesuai dengan kebutuhan usia pemirsanya.

Sementara itu Dr. Hamit Ersoy dari komisi penyiaran Turki mengatakan, di negara Turki pertumbuhan media digital cukup cepat, terlebih generasi baru dengan kemampuan teknologi yang bagus. Sehingga di Negara tersebut warga sudah mulai beralih menonton TV dan mendengarkan radio di smartphonenya. Hamit juga banyak meladeni beragam pertanyaan dari komisiener KPID yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara itu Dr Natee Sukonrat dari NBTC Thailand mengatakan, pihaknya menyediakan jaringan, fasilitas, layanan dan aplikasi bagi lembaga penyaiaran di Thailand. Di Negara tersebut persaingan TV semakin ketat seiring dengan mulai diberlakukannya televise digital. Bahkan sejumlah TV digital sudah mendapat rating yang bagus. Artinya jumlah penontonnya cukup banyak (ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply