Pemprov NTB Diminta Secepatnya Ajukan Penambahan Pupuk Subsidi

pupuk kaltim

pupuk kaltim

Mataram (Global FM Lombok)-Pemerintah Provinsi NTB diharapkan secepatnya memasukkan usulan re alokasi atau penambahan kebutuhan pupuk subsidi ke pemerintah pusat. Progres konsumsi pupuk oleh petani tahun ini cukup kencang. Sehingga harus diimbangi dengan ketersediaan stok yang memadai hingga akhir tahun.

Manager PSO I PT. Pupuk Kaltim, Muhammad Yusri kepada wartawan di Mataram Rabu ( 2/3) siang mengatakan, penyaluran pupuk di NTB pada Januari-Februari 2016 ini, khususnya pupuk jenis Urea, tertinggi ketiga di Indonesia untuk pemeasaran PSO 1 wilayah Jawa Timur, Bali Nusra, Maluku dan Papua.

Penyerapan pupuk Kaltim di NTB hingga Februari kemarin mencapai 30 ribu ton dari jatah pupuk subsidi ke petani NTB tahun ini sebesar 129 ribu ton lebih. Meski demikian, stok Pupuk Kaltim di wilayah NTB tetap dalam kondisi aman, sehingga petani diminta tidak khawatir. Setidaknya terdapat sekitar 55 ribu ton stok pupuk urea yang bisa memenuhi kebutuhan sampai lima bulan kedepan.

“Jadi tidak ada sampai terjadi kelangkaan pupuk Urea, karena stok menurut kami sangat mencukupi. Kalau ada kelangkaan, mungkin itu petani yang tidak masuk kelompok. Tentunya tidak mendapat jatah membeli pupuk subsidi yang disiapkan oleh pemerintah. Kalau ada kelangkaan, silahkan petani laporkan segera ke kami,” demikian harapannya.

Dengan ketersediaan stok tersebut, Muhammad Yusri juga menegaskan, tidak ada penjualan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk Urea, harga tebus di pengecer resmi Rp 1.800/Kg, SP-36 Rp 2.000/Kg, ZA Rp 1.400/Kg, NPK Rp 2.300/Kg dan pupuk Organik Rp 500/Kg. HET berlaku dengan pembelian di pengecer langsung minimal 50 Kg, atau 1 zak.(ris)-

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply