Para Pelaku Wisata di NTB Butuh Bantuan Perbankan

wisatawan asing sedang menyaksikan Festival Senggigi beberapa bulan lalu

wisatawan asing sedang menyaksikan Festival Senggigi beberapa bulan lalu

Mataram ( Global FM Lombok)- Pelaku industri pariwisata NTB seperti pengusaha travel agent membutuhkan bantuan kredit perbankan dalam memajukan usahannya. Karena sumbangan pelaku usaha wisata terhadap angka kunjungan wisatawan cukup tinggi. Pihak bank diharapkan mengenalkan produk-produknya untuk membiayai usaha bidang pariwisata.

Hal itu disampaikan pengurus Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) NTB Awanadhi Aswinabawa dalam diskusi publik terkait pariwisata dalam era MEA di Mataram. Dia mengatakan, sekitar 55 sampai 60 persen kontribusi travel agen di NTB terhadap perhotelan dan maskapai penerbangan di NTB. Anggota ASITA di NTB yang jumlahnya sekitar 150 travel agent memiliki potensi yang besar untuk maju. Sama halnya dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB yang memiliki anggota sekitar 800 orang membutuhkan dukungan perbankan untuk memajukan usahanya.

“Saya usulkan barangkali banyak manfaatnya, didakan workshop satu, dua hari untuk memperkenalkan produk-produk bank bagi pelaku pariwisata” katanya.

Awanadhi mengharapkan agar perbankan langsung menyentuh para pelaku industry pariwisata semisal hotel kelas melati atau pengusaha travel agent yang beru tumbuh. Melek perbankan sangat penting bagi para pelaku usaha agar bisa mengembangkand iri di era MEA ini.

Sementara itu manager Area Nusa Tenggara Bank Mandiri Putu Apriyanto mengatakan, bank Mandiri ikut adil dalam pengembangan pariwisata. Dia mencontohkan penyaluran Kredit Bank Mandiri hingga Desember 2015 dalam mendukung infrastruktur sektor pariwisata di Provinsi NTB mencapai Rp 355 miliar keada hotel, restoran, angkutan umum dan sarana lainnya. Namun untuk saat ini sektor yang paling tinggi adalah sektor Real Estate dengan prosentase 61,80% disusul Hotel 27,53% . (ris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply