Bertahun-tahun Kesulitan Air Bersih, Mahasiswa Gedor Kantor Gubernur NTB

Kekeringan ( ilustrasi)

Kekeringan ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Sekitar 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Donggo dan Soromadi atau gerakan Madisa, Senin (22/02) pagi menggedor kantor gubernur NTB. Mereka mendesak Pemprov NTB untuk segera mengambil sikap, terkait kesulitan air bersih yang sudah bertahun-tahun dialami oleh warga di kecamatan Donggo dan Soromadi Kabupaten Bima. Persoalan air bersih di dua kecamatan itu dinilai luput dari perhatian pemerintah, baik Kecamatan maupun provinsi.

Koordinator umum aksi, Ahmad Efendi mengatakan, masayarakat di dua kecamatan tersebut, kesulitan untuk mendapatkan air hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama itu, warga hanya mengandalkan mata air. Mata air tersebut, didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan air di lima desa. Untuk mendapatkan air, warga harus rela mengantri cukup lama. Bahkan, warga harus menginap di bak air dan menempuh jarak sepanjang 7 kilo meter. Pemandangan itu sudah terjadi selama bertahun-tahun, terutama pada musim kemarau.

Karena itu, masa aksi menuntut pemerintah, baik Kecamatan dan Provinsi menganggarkan pada APBD Perubahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dua kecamatan itu. Massa aksi juga meminta agar gubernur turun ke dua kecamatan itu untuk melihat kesulitan yang dialami warga.

Massa aksi, ditemui oleh Karo Humas dan Protokol Yusrion Hadi. Di hadapan para pengunjuk rasa, Yusron Hadi memastikan akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa kepada gubernur. Dalam waktu dekat, pemerintah diperkirakan akan mendistribusikan air bersih ke dua kecamatan itu. Menurut Yusron, persoalan air bersih ini bukan hanya terjadi di kecamatan Donggo dan Soromadi. Namun juga di sebagian wilayah di Lombok bagian selatan, seperti Kecamatan Jerowaru Lotim dan lainnya. (irs)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply