Awal Tahun, Kasus DBD di NTB Mencapai 209 Kasus

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab DB

Mataram (Global FM Lombok)- Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat, hingga pekan ke empat bulan Januari 2016 kemarin, kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di NTB sudah mencapai 209 kasus. Kasus DBD yang tertinggi terjadi di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 60 kasus. Disusul Kota Mataram sebanyak 53 kasus, Kabupaten Bima 51 kasus, Sumbawa 18 kasus, Dompu 8 Kasus, Lombok Tengah 6 kasus, Lombok Utara 4 kasus dan Kota Bima 2 kasus.

Hal itu dikatakan Kepala Dikes NTB, dr Eka Junaidi kepada Global FM Lombok, di kantor gubernur NTB Senin (1/02). Ia mengatakan, terjadi trend peningkatan kasus DBD pada tahun 2016 ini. Hanya saja, belum ada laporan yang diterima terkait adanya pasien DBD yang meninggal dunia. Selain itu, ia menilai tingginya kasus DBD itu belum cukup untuk menjadikan NTB berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sepanjang tahun 2015 lalu, pihaknya mencatat ada sekitar 1000 kasus DBD yang terjadi di NTB.

“Hanya saja, belum status KLB. 2015 sampai 1000 an sampa Desember. Ini masih akhir Januari minggu ke empat . Memang meningkat tapi tidak sampai KLB, kalau KLB itu sampai 2 kali lipat pada saat yang sama. Ini memang banyak ini Lotim, kota Mataram dan Bima. Bima yang paling banyak, ini kalau Mataram memang banyak tiap tahun yang jelas disini partisipasi masyarakat sangat baik’, katanya.

Ia mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter sangat baik. Ketika ada gejala-gejala penyakit DBD, masyarakat langsung berobat ke dokter sehingga DBD ini bisa segera ditangani. Ia mengatakan, masyarakat dihimbau untuk sama-sama berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, rutin menguras bak mandi, menutup penampungan air dan mengubur barang bekas (3M). Pasalnya, kegiatan foging tidak terlalu epektif untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk karena hanya bersipat sementara. (irs)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply