Peran Bank Hapus Sistem Ijon Pada Petani di NTB Masih Rendah

Anggota DPRD NTB M Hadi Sulthon

Anggota DPRD NTB M Hadi Sulthon

Mataram (Global FM Lombok)- Peranan perbankan di NTB untuk menghapus sistem ijon serta pinjaman uang ke rentenir di kalangan petani dinilai masih rendah. Masalahnya kucuran kredit perbankan kepada kelompok tani didaerah ini masih sangat kecil. Data dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB memperlihatkan jumlah kredit perbankan khusus ke petani di NTB tahun 2015 hanya bisa terserap 1,1 persen saja dari seluruh kredit yang disalurkan kepada masyarakat.

Sekretaris Komisi III Bidang Ekonomi DPRD NTB M Hadi Sulthon kepada Global FM Lombok Kamis (21/1) mengatakan, pata petani masih akrab dengan system ijon dan meminjam uang di rentenir karena syarat-syaratnya mudah, meskipun bunganya tinggi. Karena itu bank diharapkan masuk ke wilayah petani untuk memutus praktek rentenir yang menyensarakan petani. Selain itu bank juga diminta tidak memberlakukan syarat yang ribet untuk kredit kepada petani.

Peran bank untuk menghapus ijon sangat kecil, karena tidak menyentuh kepada masyarakat miskin. Jadi yang mereka mau biayai itu orang kaya, proyek-proyel besar. Ini saya pikir masih menjadi masalah di perbankan kita. Mereka tidak mau terjun langsung ke daerah yang paling bawah” kata Sulthon.

Politisi PAN ini menilai perbankan belum memiliki keberanian mengambil resiko pemberian kredit kepada kelompok tani, padahal peran pertanian untuk ketahanan pangan nasional sangat tinggi. Disisi lain, meskipun intervensi modal bank masih minim kepada petani, namun petani didaerah ini cukup tangguh karena hasil produksinya tetap terjaga. Bahkan saat ini peningkatan produksi padi di NTB cukup tinggi yaitu 10 persen lebih atau 2,3 juta ton gabah kering giling.

Sebelumnya Kepala BI Perwakilan NTB Prijono mengatakan, kredit bank kepada petani di daerah ini sangat kecil yaitu 1,1 persen tahun 2015. Kecilnya realisasi kredit ini karena perbankan tentu menerapkan prinsip hati-hati dalam menyalurkan kredit ke semua sektor, termasuk sektor pertanian. Namun, para petani dan nelayan bisa mengakses program kredit yang dijamin pemerintah, salah satunya kredit usaha rakyat (KUR). “Semakin banyak kredit macet bank di sector tertentu mengakibatkan stabilitas keuangan berpengaruh.” katanya (ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply