Hadapi Halal Tourism, Pelaku Hotel Berbenah

H. Lalu Abdul Hadi Faishal

H. Lalu Abdul Hadi Faishal

Mataram (Global FM Lombok)- Pemprov NTB mulai mendesain wisata Lombok dan Sumbawa dengan konsep halal tourism untuk menyambut muslim traveler yang diprediksi semakin banyak mengunjungi NTB pada tahun depan. Kalangan perhotelan menyambut halal tourism tersebut dengan melakukan pembenahan dan menyiapkan semua kebutuhan wisatawan muslim.

Hal itu disampaikan Dewan Komisaris Hotel D’Praya Lombok, H Lalu Abdul Hadi Faishal saat berbincang di acara “Prospek” atau produk dan promosi kewirausahaan di Radio Global FM Lombok, Kamis (17/12) lalu. Abdul Hadi mengatakan hotel D’Praya Lombok berada di Hilal 1 yang artinya setiap toilet harus memiliki kran khusus untuk wudhu, memiliki musholla yang refresentatif dan memiliki petunjuk arah kiblat didalam kamar.

Menurut mantan anggota DPRD NTB ini, hotel D’Praya Lombok menyambut positif halal tourism yang digalakkan oleh pemprov NTB. Pemprov NTB bersama kalangan pengusaha pariwisata juga bergembira dengan komitmen pemerintah pusat yang akan memperpanjang landasan pacu atau runway Bandara Internasional Lombok (BI) dari 2.750 meter menjadi 3.200 meter. Menurutnya, runway BIL yang panjang akan memberi dampak bagi penambahan pesawat-pesawat berbadan lebar yang akan melayani BIL.

“ Pak JK kabarnya sepakat akan memperpanjag runway BIL menjadi 3.200 meter. Ini artinya pesawat jenis boeing 777, boeing 747-400 atau Airbus 330-300 bisa mendarat. Maskapai seperti Emirates, Etihad, Qatar Airways akan bisa landing. Saya juga usul kalau runway sudah panjang, maka apron juga harus ditingkatkan karena aktifitas pesawat akan meningkat“ kata Hadi.

Hotel D’Praya Lombok kata Hadi memiliki 90 kamar dan dilengkapi dengan ruang pertemuan yang bisa menampung sebanyak 500 orang. Karena itu, dia sangat menyambut positif kebijakan Kemanpan RB yang tidak mengetatkan kegiatan meeting birokrasi di hotel seperti beberapa waktu yang lalu. “ Saat pembatasan meeting PNS di hotel diberlakukan, secara nasional sekitar 25 juta orang pekerja hotel menganggur, karena banyak yang menggantungkan hidupnya di hotel. Di NTB juga begitu, cukup banyak.” Ujarnya. Namun kini, okupansi hotel sudah cukup bagus baik untuk tujuan MICE maupun yang lainnya.(ris)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply