Gubernur Minta Aparat Penegak Hukum Usut PLTU Jeranjang

PLTU Jeranjang Lombok

PLTU Jeranjang Lombok

Mataram (Global FM Lombok)-Kesabaran gubernur NTB TGH.M.Zainul Majdi terkait kondisi kelistrikan di NTB yang tak kunjung membaik, nampaknya sudah habis. Ia dengan tegas meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas proyek PLTU Jeranjang yang menurutnya tidak kunjung beres- selama bertahun-tahun. Pengusutan PLTU Jeranjang itu, untuk melihat apakah mesin pembangkit listrik yang ada di Jeranjang sesuai spesifikasi atau tidak, karena selalu rusak.

Kepada Global FM Lombok Rabu (18/11) pagi, gubernur NTB TGH.M.Zainul Majdi mengatakan, persoalan listrik di NTB sebenarnya bukan hanya karena pembangunan PLTGU Lombok Peaker yang masih terkendala perizinan di Pemkot Mataram, namun terletak pada PLTU Jeranjang. Menurutnya, jika PLTU Jeranjang dibangun dengan baik, kebutuhan listrik di NTB sekarang ini sudah mencukupi.

“Sebenarnya kalau Jeranjang itu dibangun dengan baik, itu sudah selesai untuk tahap sekarang kepentingan kita. Cuman Jeranjang ini ndak beres-beres. Menurut saya perlu diusut tuh, jangan-jangan ada, ia diusut saja itu misalnya pembangkit benar ndak, dari Cina KW berapa. Jangan-jangan KW 10, KW 15. Kita bukan berseudzon tapi ini sudah terlalu lama. Dari 2011 kita sabar terus sampai 2015 kita sabar Jeranjang ndak beres-beres’, katanya.

Gubernur mengatakan, sejumlah alasan yang dikemukakan PLN terkait dengan PLTU Jeranjang dipandang tidak masuk akal. Karena persoalan PLTU Jeranjang saat ini murni terletak pada mesin pembangkitnya.

Ia mengatakan, listrik sudah menjadi kebutuhan vital masyarakat di daerah ini. Dampak tidak adanya listrik itu cukup banyak, diantaranya untuk investasi. Investasi di NTB membutuhkan tenaga listrik yang mencukupi. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply