Selama Penutupan BIL, Pasar Seni Sayang-Sayang Sepi

toko souvenir di kompeks Sayang-Sayang Mataram yang sepi pengunjung

Toko souvenir di kompeks Sayang-Sayang Mataram yang sepi pengunjung

Mataram (Global FM Lombok)- Akibat erupsi Gunung Barujari yang berlangsung sejak tanggal 25 Oktober, transportasi udara ditutup total selama delapan hari. Penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) ini mengakibatkan Pasar Seni Sayang-Sayang kota Mataram sepi pembeli. Selama penutupan BIL tidak ada wisatawan yang datang berkunjung ke Pasar Seni Sayang-Sayang. Hal ini mengakibatkan penurunan sangat drastis terhadap hasil penjualan.

Salah seorang pedagang di Pasar Seni Sayang-Sayang, Wati kepada Global FM Lombok Jum’at (11/13) mengatakan, sejak hari Kamis kemarin, BIL sudah mulai dibuka. Para wisatawan sudah mulai terlihat berkujung meskipun tidak membeli. Biasanya dalam seminggu hasil berjualan mencapai Rp 3 juta lebih. Namun, selama bandara ditutup lebih dari sepekan, barang yang dia jual nihil.

“ Waktu bandara ditutup lumayan sepi. Sampai sekarang pun. Sekarang bandara mulai dibuka, ada kelihatan tamu dua bus datang ke sini. Betul-betul tidak ada tamu sama sekali kemarin. Pendapatan sekitar 3 juta lebih seminggu kalau sedang ramai. Tapi kalau sepi seperti kemarin tidak ada sama sekali.” Kata Wati.

Karena sepinya tamu yang membeli souvenir khas Lombok ini, dia memberikan permakluman kepada karyawannya terkait gaji yang akan diterima nanti. Artinya gaji bulanan karyawan akan berkurang dari biasanya karena menurunnya pendapatan.

Pada hari biasa, banyak wisatawan yang datang berkunjung ke pasar Seni Sayang-Sayang baik wisatawan domestic maupun mancanegara. Dari sekian jenis souvenir yang dijual, aksesoris yang paling laris yaitu rumah adat masyarakat Lombok yaitu rumah Lumbung.(azm/ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply