Kenaikan Harga Beras Diduga Karena Permainan Mafia

Penjual beras ( foto; antara)

Penjual beras ( foto; antara)

Mataram (Global FM Lombok)-Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H. Mutawalli menilai, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini diduga karena permainan mafia beras. Berdasarkan persediaan yang dimiliki tidak terjadi permasalahan, namun harga beras belum bisa diturunkan.

Kepala Dinas Pertanian kelautan dan Perikanan Kota Mataram H. Mutawalli kepada Global FM Lombok Rabu (10/07) di Mataram mengatakan, dengan kenaikan harga beras saat ini, SKPD terkait seperti Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram perlu melakukan operasi pasar.

Karena berdasarkan pemantauan harga yang sudah dilakukan, harga beras saat ini yaitu untuk kualitas medium Rp 8.600 perkilo. Sementara untuk beras dengan kualitas super yaitu Rp 9.000 sampai 10.000 perkilo. Biasanya harga beras yaitu Rp 8.000 sampai Rp 8.500 perkilo.

Disebutkan, produksi beras di NTB yaitu sebanyak 2,3 juta ton dan yang dikonsumsi oleh masyarakat hanya 800 ribu ton. Sehingga dengan jumlah ini, seharusnya harga beras di NTB tidak melabung tinggi. Mutawalli meyakinkan, kenaikan harga beras yang terjadi karena ada permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Ia mengatakan, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini harus dilakukan penyelidikan baik oleh aparat kepolisian maupun lembaga terkait.(azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply