Bulog NTB Dinilai Lemah Dalam Upsus Pajale

beras (ilustrasi)

beras (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Gubernur NTB TGH.Muhamad Zainul Majdi menyebut, semangat Perum Bulog Divre NTB dalam menangani program percepatan upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Upsus Pajale) di daerah ini masih lemah. Menurutnya, masih terdapat ruang bagi Bulog dalam menyerap gabah petani, namun belum mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Bulog. Akibatnya, terjadi persoalan pada ketersediaan beras di dalam daerah.
Kepada Global FM Lombok, Selasa (06/10) di Mataram, gubernur NTB TGH.Muhamad Zainul Majdi mengatakan, inflasi pada bulan September kemarin terbesar disebabkan oleh beras yakni 0,2 persen dari total inflasi sebesar 0,4 persen. Padahal, NTB mengalami peningkatan produksi menjadi 6,8 persen dari 6,4 persen. Ia juga yakin pernyataan Danrem I62 WB Kol. Czi Lalu. Irham Serigede terkait dugaan adanya mafia beras yang bermain di tubuh Bulog.
“Jangan jual, tunggu Bulog, tapi nanti harganya murah. Datangnya juga lama, kan susah. Kalau pak Danrem bicara seperti itu, saya yakin pasti ada indikasi, ada dasarnya. Dan saya yakin aparat hukum, kepolisian juga pasti sudah bergerak untuk melihat itu. Jadi saya sepakat dalam hal, bahwa ada ruang bagi Bulog kita yang belum dipakai di NTB. Jadi semangat untuk Upsus ini Bulog masih lemah”, katanya.
Ia mengatakan, Bulog, juga terlalu lama menyerap gabah petani sehingga para petani cenderung menjual gabahnya ke luar daerah. Pemprov NTB, dikatakannya tidak bisa menghentikan jual beli gabah yang dilakukan sendiri oleh para petani selama itu dilakukan antar kota. Kecuali jika Bulog membeli dengan harga yang sama atau lebih tinggi dengan harga penjualan gabah yang dilakukan sendiri oleh para petani. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply