Warga NTB Bertambah Miskin, Dewan Anggap Wajar

Ketua komisi III DPRD NTB Johan Rosihan

Ketua komisi III DPRD NTB Johan Rosihan

Mataram (Global FM Lombok)- Dalam kurun waktu enam bulan, dari September 2014 sampai bulan Maret 2015, jumlah penduduk miskin di provinsi NTB bertambah sebanyak 7.260 orang. Anggota DPRD NTB menilai, kondisi ini cukup wajar karena hampir seluruh masyarakat Indonesia terdampak oleh pelambatan ekonomi.

Hal itu dikatakan Ketua komisi III bidang ekonomi dan keuangan DPRD NTB Johan Rosihan kepada Global FM Lombok Kamis (17/09). Johan mengatakan, bertambahnya jumlah masyarakat miskin juga terjadi akibat aturan dan kebijakan pemerintah. Dia mencontohkan dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang diperketat juga memberi andil terhadap kondisi perekonomian masyarakat NTB.

“ Kalau saya bilang ini wajar sebagai dampak dari pelemahan ekonomi dan ini bukan hanya terjadi di NTB. Karena angka yang hampir miskin itu yang rentan sekali kan. Yang kedua mungkin ada pengaruh dari regulasi-regulasi. Gubernur menyebut larangan menangkap lobster misalnya. Di kita juga ada seperti hibah dan bansos yang diperketat” kata Johan Kamis (17/09).

Johan mengatakan, perubahan system pelaporan keuangan dari pola manual ke basis akrual di pemprov NTB memungkinkan beberapa proyek pekerjaan pemerintah terlambat dilaksanakan. Sehingga berpengaruh terhadap peredaran uang di tengah masyarakat.

Sebagaimana rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB pada Maret 2015 mencapai 823 ribu orang lebih atau 17,10 persen. Sementara pada bulan September tahun lalu jumlahnya 816 ribu orang. Sehingga dalam kurang waktu enam bulan, penduduk miskin di NTB meningkat sebesar 0,05 poin atau 7.260 orang.(ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply