Pariwisata NTB Mulai Mengarah ke Halal Tourism

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi

Mataram (Global FM Lombok)-Tanpa meninggalkan wisata konvensional yang telah lama dikembangkan, pariwisata NTB akan mulai diarahkan kepada wisata syariah atau halal tourism. Pengembangan wisata syariah ini dinilai sebagai salah satu potensi besar bagi daerah ini karena tren wisata syariah terus meningkat dan semakin diminati oleh masyarakat dunia. Apalagi, NTB dinilai memiliki potensi yang cukup besar di wisata syariah ini.

Hal itu dikatakan gubernur NTB TGH.M.Zainul Majdi, Kamis (17/09) kemarin di Mataram. Ia mengatakan, wisatawan yang ingin mendapatkan pelayanan yang berbasis pada nilai-nilai syariah semakain meningkat dan daerah NTB memiliki potensi besar untuk itu. Bahkan, Lombok menjadi salah satu destinasi halal yang terbaik di Indonesia. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh pelaku wisata di daerah ini untuk memanfaatkan peluang ini.

“Arah dari pariwisata kita kedepan, saya ingin tegaskan lagi disini bahwa selain terus mengembangkan wiasata yang ada,kita juga akan mengarah secara khusus untuk mengembangkan wisata syariah. Ini jangan dimaknakan sebagai ideologis, tapi mari kita maknakan sebagai suatu kesempatan besar bagi seluruh kita di NTB untuk mengembangkan sesuatu yang memang potensinya besar di daerah ini. Jadi wisata syariah ini adalah wisata yang trendnya terus meningkat di dunia”, katanya.

Ia mengatakan, pelaku wisata maupun pemerintah daerah harus memaksimalkan potensi maupun apa yang dibutuhkan untuk memenuhi kualifikasi sebagai daerah wisata syariah ini. Baik itu sertifikasi halal di produk makanan maupun fasilitas beribadah di tempat-tempat wisata serta perhotelan. Apalagi, keinginan pemerntah daerah ini juga telah didukung oleh pemerintah pusat. Provinsi NTB sudah ditetapkan sebagai salah satu dari sedikit provinsi yang menjadi pioner wisata syariah. (irs)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply