Enam Bulan, Penduduk Miskin di NTB Bertambah Tujuh Ribu

Kepala BPS NTB wahyudin ( tengah)

Kepala BPS NTB wahyudin ( tengah)

Mataram (Global FM Lombok)- Dalam kurun waktu enam bulan, dari September 2014 sampai bulan Maret 2015, jumlah penduduk miskin di provinsi NTB naik sebanyak 7.260 orang. Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi NTB pada Maret lalu mencapai 823 ribu orang lebih (17,10 persen). Sementara pada bulan September tahun lalu jumlahnya 816 ribu orang lebih atau meningkat sebesar 0,05 poin.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi NTB Wahyudin dalam rilisnya Selasa (15/09) siang. Wahyudin mengatakan, jika membandingkan antara Maret 2015 dengan Maret tahun lalu, terjadi penurunan penduduk miskin di provinsi NTB. Tingkat penurunannya sebesar 0,15 persen yaitu 820 ribu pada bulan Maret 2014 turun menjadi 823 ribu pada Maret kemarin.

“ Dari sisi jumlah, penduduk miskin yang ada di NTB pada Maret tahun 2015 itu mencapai sekitar 823 ribu orang lebih atau 17,10 persen. Ini sedikit mengalami peningkatan ya kalau kita bandingkan dengan bulan September tahun 2014. Kita ada peningkatan 0,05 poin” kata Wahyudin.

Wahyudin mengatakan, pada Maret 2015 jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan. Penduduk miskin di daerah perdesaan berjumlah sekitar 432 ribu jiwa. Sedangkan penduduk miskin di daerah perkotaan berjumlah sekitar 391 ribu orang.

Dia mengatakan, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Ini terjadi baik di Perkotaan maupun perdesaan. Pada Maret 2015, sumbangan makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 72 persen lebih untuk perkotaan dan 76 persen lebih untuk daerah perdesaan.

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan diantaranya beras, rokok kretek filter, gula pasir, telur ayam ras, mie instan, dan lain-lain. Komoditi bukan makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan adalah, perumahan, listrik, Pendidikan dan bensin sedangkan di perdesaan sendiri adalah perumahan, listrik, perlengkapan mandi, bensin, kayu bakar, dan pendidikan. (ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply