Paham Radikal Susupi Perguruan Tinggi di Kota Mataram

radikalisme ( ilustrasi)

radikalisme ( ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Selama ini, paham radikal sering diidentikkan dengan pondok pesantren. Namun ternyata paham radikal juga telah mensusupi perguruan tinggi di Kota Mataram. Keberadaan paham radikal ini menyebar melalui Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang ada di beberapa perguruan tinggi. Hanya saja, mereka yang tergabung ke dalam LDK sebagiannya merupakan mahasiswa yang tidak berlatar belakang pendidikan agama.

Hal itu dikatakan Ketua Forum Kerjasama Pencegahan Teroris (FKPT) NTB, H.Lalu Mudjitahid kepada Global FM Lombok, di Mataram Rabu (09/09) siang. Ia mengatakan, mahasiswa menjalankan ajaran agama di desanya dengan rutin dan sangat tradisional. Oleh karenanya, mereka sangat mudah terpengaruh terhadap paham baru yang dinilai lebih modern dengan mengatasnamakan jihad. Apalagi, di usianya itu mahasiswa sedang mencari aktualisasi diri.

“Jadi penyebaran paham radikal seperti yang ingin membangun Negara Islam, itu justru masuknya lewat aktifis mahasiswa yang belajar itu yang kena itu lewat PI misalnya, terus LDK itu di IKIP, di Unram masuk. Nah ini sudah berkembang dan diantaranya yang cepat masuk paham-paham baru itu mereka yang tidak berlatar pendidikan agama. Ilmu pengetahuannya dengan agama sangat minim”, katanya.

Dia mengatakan, Dalam unang-undang, ketika radikal tersebut masih dalam bentuk paham maka tidak bisa terkena hukum seperti halnya Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin mendirikan khilafah karena tidak dalam bentuk tindakan.

Ia mengatakan, FKPD telah bekerjasama dengan seluruh perguruan tinggi untuk melakukan sosialisasi terhadap potensi perkembangan paham radikal tersebut. Langkah itu diharapkan bisa menanggulangai paham radikal yang sudah berkembang di kampus. (irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply