Rencana Penutupan Pasar Beras Masih Dievaluasi Pemkot Mataram

Stop Pelacuran

Stop Pelacuran

Mataram (Global FM Lombok)-Pemkot Mataram masih melakukan evaluasi terhadap rencana penutupan pasar burung atau pasar beras yang selama ini lekat di telinga masyarakat sebagai lokasi prostitusi terselubung. Evaluasi ini juga termasuk untuk menentukan apa yang paling cocok untuk dibangun di lokasi pasca penutupan aktifitas pasar saat ini. Terdapat wacana bahwa Pemkot Mataram akan membangun kantor pemerintahan di lokasi tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Mataram, Chaerul Anwar kepada Global FM Lombok, di Mataram Kamis (20/08). Ia mengatakan, wacana tersebut sudah diserahkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Mataram untuk dibahas. Ia sendiri mengakui adanya aktifitas prostitusi terselubung di pasar beras. Berdarkan hasil razia yang selama ini dilakukan, selalu ada PSK yang kedapatan menjajakan diri. Namun, ia mengklaim jumlah mereka hanya sekitar 5 sampai 10 orang dengan usia lanjut.

“Yang kita temukan selama penertiban itu sudah usia sekitar 35 tahun, sudah lama sudah atas. Artinya yang langsung kita tangkap basah itu belum, Cuma berdiri-diri saja. Razianya seharusnya butuhkan strategi. Itu dia bergantian itu, itu kayaknya pendatang. Kan kemarin waktu Dolly ditutup kita sudah antisipasi, itu sudah ada disana”, katanya.

Ia menambahkan,  aktifitas prostitusi di pasar yang saat ini sudah berganti nama menjadi pasar panglima tersebut sejauh ini belum mengkhawatirkan. Hanya saja, aktifitas prostitusi tersebut selalu muncul pasca dilakukan razia dan sangat meresahkan masyarakat. Meski sudah melakukan langkah antisipasi, namun pihaknya juga menduga bahwa ada PSK bekas Dolly Kota Surabaya yang datang ke Pasar Beras pasca penutupan Dolly. (irs/ris)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply