Terkendala Masalah Lahan, Pemkot Mataram Belum Bisa Relokasi Para Nelayan

Nelayan Ampenan sedang menjahit terpal utuk layar perahunya

Nelayan Ampenan sedang menjahit terpal utuk layar perahunya

Mataram (Global FM Lombok)-Pemerintah Kota Mataram masih belum bisa membangun kembali rumah nelayan Ampenan. Kendala yang dihadapi yaitu belum tersedianya lahan untuk melakukan pembangunan. Sehingga dengan persoalan ini, pemerintah Kota Mataram belum bisa mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan rumah nelayan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram Mahmuddin Tura kepada Global FM Lombok di Mataram. Ia mengatakan, pembangunan rumah nelayan tersebut tergantung dari kebijakan kepala daerah yang baru. Karena masih ada puluhan kepala keluarga yang harus direlokasi terutama di kawasan Bagek Kembar, Pondok Prasi dan Bintaro. Jumlah rumah yang harus direlokasi yaitu sekitar 30 unit lebih. Namun, kondisi rumah tersebut tidak terlalu berbahaya jika terjadi angin barat.

Diterangkan Mahmuddin, luas lahan yang dibutuhkan untuk membangun 30 unit rumah nelayan yaitu sekitar 60 sampai 70 are.

Program relokasi rumah nelayan akan tetap diprogramkan pemerintah Kota Mataram untuk mengurangi kawasan kumuh di Kecamatan Ampenan. Karena berdasarkan survey yang sudah dilakukan oleh Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, kawasan kumuh di Kota Mataram mencapai 800 hektar dan terbanyak di kawasan Ampenan.

Sampai saat ini jumlah rumah nelayan yang sudah dibangun oleh pemerintah Kota Mataram yaitu sebanyak 155 unit di tiga lokasi yaitu di kawasan Karang Panas sebanyak dua lokasi dan Pengulu Agung.(azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply