Soal Kompensasi Larangan Menangkap Losbter, Nelayan di NTB Masih Gigit Jari

lobster (ilustrasi)

lobster (ilustrasi)

Mataram (Global FM Lombok)-Realisasi dari janji kementerian Kelautan dan Perikanan (kemen KKP) untuk memberikan solusi terhadap nelayan lobster di NTB nampaknya masih dalam angan-angan. Pasalnya, kedatangan wakil gubernur NTB H.M. Amin bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, H.Aminollah ke Jakarta untuk bertemu dengan menteri Susi Pujiastuti tidak membuahkan hasil.

Kepala Dislutkan NTB, H.Aminollah mengatakan, dirinya bersama wagub telah datang ke Kemen KKP. Kedatangan mereka untuk meminta solusi jangka pendek, menengah dan jangka panjang atas kondisi nelayan di NTB yang kehilangan mata pencaharian akibat larangan menangkap lobster. Namun, dalam kesempatan itu, menteri Susi tidak hadir. Janji-janji kemen KKP seperti membeli benih lobster bahkan pemberian sejumlah pemberian bantuan kepada nelayan di NTB juga belum dipenuhi.

“Ibu menteri tidak ada, saya tanyakan masalah lobster itu disitu, pak wagub juga begitu . pak wagub minta opsi-opsi jangka pendek, menengah dan panjang supaya jangan ditinggalkan begitu saja. Nah harapan saya, keunikan kita sebagai penghasil benih lobster ini jangan hilang. Tapi belum ada hasil yang dijanjikan itu”, katanya.

Karena solusi yang diharapkan belum diperoleh dari kementerian, ia mengatakan gubernur telah memperbolehkan nelayan menangkap lobster dengan syarat untuk dipelihara, bukan untuk dikirim ke luar negeri seperti dulu. Meskipun langkah ini akan memicu adanya perdagangan gelap, namun ia mengaku bahwa pemerintah tidak bisa melakukan pengawasan secara intens di setiap pelabuhan.(irs)-

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply